Mengangkat Potensi Jamur Shiitake Sebagai Anti Kanker Mengantarkan Bu Ninuk Meraih Gelar Doktor

nuraeni ekowati 2

Satu diantara tiga doktor baru yang baru yang dimikili Fakultas Biologi adalah Dr. Nuraeni Ekowati, MS.  Doktor bidang Mikologi ini berhasil meraih gelar doktor setelah menyelesaikan disertasi dengan judul Karakter Morfologi dan Molekular Serta Daya Antimikroba dan Antikanker Lentinula edodes (berk.)  pegler.  Melalui disertasinya doktor jebolan UGM ini berhasil mengungkap potensi metabolit bioaktif L. edodes untuk menghambat mikroba patogen S. aureus, E. coli, dan C. albicans, dan potensinya sebagai antikanker.

Untuk mengungkap potensi L. edodes atau lebih dikenal dengan shiitake doktor mikologi ini melakukan kajian tentang  tujuan aspek penting dalam jamur tersebut. Kajian pertama adalah karakter morfologi L. edodes isolat  Malang (LeM), Cianjur (LeC), Lembang (LeL), dan Yogyakarta (LeY), lalu dilanjutkan dengan kajian karakter molekular L. edodes isolat LeM, LeC, LeL, dan LeY,  jenis medium budidaya padat  yang  dapat mendukung produksi tubuh buah L. edodes, golongan metabolit bioaktif yang dihasilkan L. edodes,jenis medium yang dapat mendukung sintesis metabolit bioaktif dan isolat L. edodes yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif(Staphylococcus aureus), bakteri Gram negatif (Escherichia coli),khamir(Candida albicans), dan jamur patogen (Trichophyton mentagrophytes). Sedangkan dua kajian terakhir adalah menggali potensi metabolit bioaktifL. edodes  sebagai antikanker pada sel HeLa, dan  aktivitas fagositosis makrofag yang diinduksi dengan β-glukan/lentinan L. edodes.

Dr. Nuraeni Ekowati, MS biasa dipanggil bu Ninuk menjelaskan bahwa Lentinula edodes  (Berk.)  Pegler  dikenal dengan nama shiitake, merupakan salah satu jamur yang berpotensi sebagai jamur pangan dan bahan obat.   Keragaman intraspesies L. edodes  yang telah dibudidayakan di beberapa daerah di Indonesia belum diketahui. ”Berbagai isolat yang berasal dari beberapa daerah sentra budidaya L. edodes,diduga memiliki keragaman karakter morfologi dan genetik, sehingga potensi metabolit bioaktifnya sebagai antimikroba dan antikanker perlu dikaji.” Jelas beliau.

Setelah melalui penelitian yang panjang akhirnya bu Ninuk berhasil membuktikan bahwa keragaman morfologi dan genetik empat isolat shiitake, dengan indeks  kesamaan morfologi 0,83-0,95 dan genetik 0,78-0,86. Jamur ini dapat menghasilkan metabolit bioaktif golongan terpenoid, steroid, flavonoid, dan alkaloid. Yang lebih penting dari penelitian ini adalah pembuktian bahwa metabolit bioaktif shiitake berpotensi menghambat mikroba patogen S. aureus, E. coli, dan C. albicans, tetapi tidak dapat menghambat T. mentagrophytes.  “Point penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut adalah metabolit bioaktif shiitake juga berpotensi sebagai antikanker” Ungkap beliau.

Disertasi Bu Ninuk ini adalah awal untuk pengembangan bahan anti kanker. Diperlukan penelitian yang lebih dalam dan komprehensif sehingga dihasilkan produk yang ditunggu oleh jutaan penderita kanker di dunia. Semoga karya salah satu doktor baru Fakultas Biologi ini dapat menjadi referensi dan motivasi untuk peneliti-peneliti lain agar terus berkarya memajukan dunia perjamuran Indonesia. Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)

Copyright: bio.unsoed.ac.id (Oleh Eko Sumanto, 20 November 2012 – 8:27am)

Semoga Pleurotus sajor-caju, Pleurotus cystidiosus, dan Lentinula edodes dari Bu Ninuk, mengantarkanku meraih gelar sarjana sains. Amiin 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s