Cherry Blossom (Sakura)

sakura Januari

Haru No Sakura

Ketika bulan Maret akan berakhir, masyarakat Jepang menyambut April dengan penuh sukacita.Akhir Maret melambangkan berakhirnya musim salju berganti musim semi, musim ketika bunga sakura, bunga kehidupan itu bermekaran. Kebun dan taman yang sebelumnya putih tertutup salju berganti pink dan putih serta menghangat seiring datangnya musim semi. Keindahan yang membuat hati bergetar, yang menyatukan banyak sahabat dan kerabat.

Musim semi merupakan musim yang menjadi simbol datangnya masa depan cerah dan penuh harapan. Oleh sebab itu, masyarakat Jepang menyambut musim semi dengan gembira. Setiap bunga kehidupan ini mekar, masyarakat Jepang selalu merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga. Mereka makan bersama, bermain, bersenda gurau sambil membentangkan tikar di bawah pohon dengan bunga-bunga nan indah itu.

Perayaan itu dilakukan dengan menyusuri taman sambil melakukan renungan serta menikmati berbagai hidangan di bawah bunga-bunga sakura yang cantik itu. Perayaan ini dikenal dengan istilah hanami. 

Arti Bunga Sakura

Sebagai bunga yang memiliki masa mekar sangat singkat, yaitu sekitar setengah bulan sejak bunga mulai mekar hingga layu, sakura memiliki beberapa makna khusus dan filosofi mendalam bagi masyarakat Jepang. Pertama, bunga kehidupan ini berarti kesejukan, kebahagiaan, keheningan, dan ketenangan. Kesejukan karena rimbunnya kumpulan bunga mampu memberikan kelembutan angin yang berhembus. Kebahagiaan dan keheningan karena bunga sakura seolah datang membawa sekeranjang kebahagiaan yang tak akan bisa diberikan oleh bunga lain yang berasal dari manapun.

Kedua, bunga kehidupan ini bermakna perpisahan ketika mulai berguguran diterpa angin. Tiada yang abadi. Saat ada pertemuan pasti ada perpisahan. Pertemuan yang membawa kebahagiaan dan perpisahan yang akan membawa kesedihan. Tetapi perpisahan itu hanya sementara, ketika musim berganti, pertemuan akan kembali terjadi. Pada saat itu, ada waktu singkat memadu kasih dan menikmati dunia bersama.

Ketiga, kecantikan bunga sakura melambangkan kegembiraan dan kesedihan. Kegembiraan karena kecantikannya membuat hati senang. Tidak ada orang yang tidak senang melihat hamparan keindahan yang tersuguh dengan luasnya. Senyum akan mengembang dan virus gembira menyebar dengan cepat. Tapi keindahan itu memang ada tenggat waktunya. Seperti juga keindahan fisik manusia, pada suatu hari keindahan fisik itu akan sirna. Hanya keindahan jiwalah yang akan menghadirkan keindahan sesungguhnya.

Jadi, kesedihan itu tidak harus diratapi. Kesedihan itu adalah sebagian kecil dari seni menata hidup. Kesedihan akan menjadi tonggak kebahagiaan ketika dilihat dari betapa kesedihan sebagai ujian dan ujian pasti ada akhirnya. Bunga ini begitu tepat untuk melukiskan kebahagiaan dan kesedihan pada waktu yang sama karena memang begitulah hidup. Satu hari bahagia, satu hari bersedih, lalu berbahagia lagi, dan seterusnya.

Bunga sakura mengingatkan manusia agar selalu bersyukur sebagai penghargaan atas kehidupan dan kesedihan. Bunga kehidupan ini sebagai pengingat bahwa segala hal memiliki kebalikan, ada senang dan sedih, ada hidup dan mati. Bunga kehidupan itu memberikan keindahan bagi jiwa-jiwa pengelana. Jiwa-jiwa yang terus mencari makna kehidupan yang sesungguhnya. Padahal makna kehidupan itu tidaklah jauh, ia ada di dalam jiwa. Galilah jiwa, di situlah akan ditemukan apa yang dimaksud dengan hidup.

Bunga sakura dianggap membawa keberuntungan serta rezeki. Bunga kehidupan ini melambangkan sebuah kehidupan baru yang penuh harapan dan masa depan cerah. Itulah keistimewaan bunga sakura yang menjadikannya bunga kehidupan dengan keindahan tiada tara.

Sumber: Anneahira

sakura hayuno

Hayuno Sakura Present

Iklan

O Kirei Na Sakura

sakura-flowers-15342-16014-hd-wallpapers

O Kirei Na Sakura

Haru No Sakura No Kaori
Harumnya Sakura di musim semi
Watashi Wo Mouichido, Ano Ustsukushii Kisetsu Ni Torimodoshitekureta
Mengajakku kembali menikmati saat indah musim semi yang lalu
Zutto Anata Wo Dakishimetai, Oh Kirei Na Sakura…
Kuingin selalu memelukmu, oh Sakura yang Cantik…

Suka banget sama iklan SHINZUI ini 🙂

Dalam Do’aku

Allah itu setia

Dalam Do’aku

(Sapardi Joko Damono, 1989, kumpulan sajak
“Hujan Bulan Juni”)

Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara

Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana

Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan kecil itu, menyusup di celah-celah jendela dan pintu

dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku

Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu

Hayuno Sakura Present