Sepotong Hati yang Baru

sepotong-hati

Jika kita memahami cinta adalah perasaan irrasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kita dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa boleh jadi kita tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut_Darwis Tere Liye.

 

Kita hanya punya sepotong hati, bukan?

Lantas bagaimana kalau hati itu terluka?

Disakiti justru oleh orang yang kita cintai?

Apa aku bisa mengobatinya?

Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas?

Atau jangan-jangan kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru?

Lantas, apakah tetap cinta namanya meski telah kehilangan kepercayaan dan komitmen? Apakah kita bersedia mengorbankan cinta dengan kepentingan yag lebih besar, atau tetap dengan ego demi kebahagiaan sendiri? Ada banyak pertanyaan tentang sepotong hati ini_Sinopsis Sepotong Hati yang Baru.

tumblr_mtuhyiQQ991qg0zaeo1_500

Maka saat kebenaran itu datang, ia bagai embun yang terkena cahaya matahari. Bagai debu yang disiram air. Musnah sudah harapan-harapan palsu itu. Menyisakan kesedihan. Salah siapa? Mau menyalahkan orang lain? Nggak. Nggak ada yang bisa disalahkan ketika seseorang membawa pergi sepotong hatimu. Jadi, tetaplah bernafas, tetaplah menjadi dirimu apa adanya, tetaplah nikmati kehidupan ini, tetaplah berharap Tuhan akan memberikanmu sepotong hati yang baru 🙂

Hayuno Sakura dengan sepotong hatinya… Masih terus bernafas, tetap menjadi dirinya sendiri dan tetap menikmati indahnya tertawa dan menangis. Terima Kasih, Tuhan. I LOVE YOU, GOD.

textgram_1361176111

Iklan

4 thoughts on “Sepotong Hati yang Baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s