LEMBARAN YANG HILANG

imageedit_6_5032497867

Ini rahasia. Rahasia yang akan terus kusimpan selamanya..

Albert, si mata Biru itu. Ya, cucu moyang si Thomas stamford raffles itu. Di dalam catatan harianku saat SMA, meskipun aku mempunyai banyak teman, aku baru sadar cinta pertamaku adalah Albert. Banyak aku menulis cerita untuk orang lain, tapi tidak sebanyak aku menuliskan untuk Albert. Bahkan di atas uang kertas bergambar orang utan, aku menuliskan sebuah kalimat,

“Albert, Yoru mencarimu. Yoru merindukanmu…!!!!”

berharap dia akan membacanya jika mendapat uang itu suatu hari nanti, entah kembalian parkir atau kembalian membeli permen Relaxa, apa saja lah. Aku ingin dia membacanya, tapi bodohnya aku adalah uang kertas itu hanya beredar di Indonesia dan sekarang sudah digantikan uang koin bergambar bunga melati di salah satu sisinya. Cerdas, bukan?

Saat SMA hal-hal baru yang aku dapatkan adalah mengikuti banyak olimpiade, kimia dan biologi. Aku takjub pada keseimbangan alam ini, cukuplah menjadi kutu buku yang hanya mengikuti olimpiade adalah cerita SMA ku. Dari banyak soal yang aku kerjakan itulah aku mengerti, menyelesaikan dengan sempurna adalah harapan, tapi menyelesaikan dengan sebaik-baiknya adalah pencapaian. Jika aku tak dapat mempertahankan orang-orang dalam hidupku, maka aku tak harus menangis karena terkadang pencapaian tidak selalu sesuai dengan harapan. Untuk Kak Santi, sebelum berpisah, paling tidak kita pernah foto bersama dan jalan-jalan bersama. Untuk Ayah dan Ibu, aku telah berusaha menjadi anak yang baik. Untuk Emi, Karin, dan Akira sahabat-sahabatku, aku terus berusaha menggapai impian-impian kita. Untuk Albert, Dio dan semua orang yang kukenal, paling tidak aku telah berusaha sebaik-baiknya mengenal kalian, meskipun tidak selalu sempurna seperti yang orang lain inginkan.

Saat ini aku menikmati hari-hariku di kampus, berada diantara orang-orang berkacamata yang selalu berpikir menggunakan logika. Saat bersama mereka, aku pun akan memakai logika, tapi saat aku mengunci pintu kamarku atau duduk di bangku panjang dekat jendela kamar, maka logika tak akan aku pakai lagi. Dalam duniaku, angin kuizinkan bersiul, pohon kubiarkan menyanyi, malam ku biarkan menari.

“Bang Ikal, hebat sekali telah sampai Paris. Keliling dunia, menjelajahi Eropa. Sedangkan aku, aku masih jauh dari Jepang. Tahukah alasanku ingin ke Jepang, Bang Ikal? Aku ingin minta tanda tangan Mashashi Kishimoto” Gumamku

Sebenarnya Yoru adalah nama yang diberikan Ayahku karena aku lahir tepat jam 12 malam. Yoru no Hikari, cahaya malam, agak sedikit anti nasionalisme, tapi sisa penjajahan bangsa ini tak akan begitu mudahnya hilang mempengaruhi bangsa ini. Maafkan namaku, W.R. Soepratman.

Malam yang hening, jalanan tidak terlalu ramai, jadi kuputuskan untuk menghirup udara segar. Belum lama aku tinggal sendiri di tempat ini, aku telah mengenal banyak orang baru lagi. Semua orang baik, jika ada yang kurang baik, mungkin suatu saat dia akan baik. Langkah demi langkah menuntunku pada sebuah masjid, aku pernah bertemu seseorang disini. Hanya sebentar, sebentar sekali. Jika ada bekas sobekan di buku diary SMA ku mungkin bagian tengah dan akhir itu adalah lembaran yang memang ingin kuhilangkan dalam hidupku. Bukan aku membencinya, bukan. Terkadang, sesuatu yang menyakitkan bukankah lebih baik dihapus dan dihilangkan? Jika hatiku tercipta dari cahaya seperti malaikat-malaikat di surga, mungkin seperti apapun mereka memperlakukanku dengan tidak adil, aku akan segera tersenyum dan memaafkannya. Tapi, jantungku tidak hanya memompa darah bersih, darah kotorpun dipompanya. Jadi, mengertilah lembaran yang hilang itu tak perlu dicari lagi, tak perlu diceritakan lagi, aku takut menambah atau menguranginya, aku lebih senang membuat orang lain bahagia. Semua ini aku terima dengan ikhlas, seperti masjid megah di depanku ini, masjid Al-Ikhlas. Aku terus melangkah, terus berjalan dengan penuh keyakinan, meskipun setiap malam aku hanya dapat bermimpi untuk bertemu orang-orang aku sayangi, suatu hari nanti aku pasti akan dapat memeluk mereka.

to be continued….

Iklan

7 thoughts on “LEMBARAN YANG HILANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s