KEPUNAHAN MASSAL DINOSAURUS

ddinos

 

Kepunahan merupakan fitur yang sedang terjadi pada flora dan fauna di bumi, banyak spesies yang pernah hidup telah punah. Catatan fosil menunjukkan pernah terjadi beberapa kali kepunahan masal, dengan setiap kali terjadi kepunahan spesies massal pula. Kepunahan massal telah terdokumentasikan dalam catatan fosil selama 500 juta tahun terakhir. Pada setiap kepunahan massal, 50 % atau lebih spesies laut di Bumi menjadi punah. Dampak manusia pada lingkungan melalui pemburuan, pengumpulan dan perusakan habitat merupakan faktor yang signifikan pada kepunahan binatang dan tumbuhan. Pada akhir zaman crestaceous, jatuh meteor raksasa dari luar angkasa ke bumi. Meteorit itu meledak seperti bom di atmosfer. Karbondiaoksida dan sulfur dioksida yang menguap 3 kali disertai debu bercampur menyelimuti langit dibumi. Selama beberapa tahun sulfur dioksida dan debu menjadi hamparan kabut dan menghalangi sinar matahari. Kemudian suhunya menjadi rendah dan tanaman mati karena tidak bisa berfotosintesis. Sulfur dioksida bercampur air hujan dan menjadi hujan asam di bumi, sehingga seluruh ekologi musnah dan mati. Dinosaurus dan banyak spesies lainnya punah pada akhir zaman kapur, sekitar 65 juta tahun yang lalu. Kepunahan mereka dihubungkan dengan tumbukan meteor yang meninggalkan kawah selebar 180 km di Teluk Meksiko. Gas dan debu akibat tumbukan ini dipercaya menghalangi cahaya matahari selama berabad – abad. Teori ini didukung oleh bukti dari rekaman geologis. Jejak senyawa kimia iridium ditemukan dalam sedimen yang mengendap di akhir zaman kapur.

Kepunahan terjadi secara teratur, pada waktu – waktu tertentu akibat perubahan lingkungan global yang merusak, telah menyebabkan laju kepunahan meningkat secara dramatis. Apabila ini terjadi, akibatnya adalah kepunahan massal (mass extinction), saat banyak sekali spesies menjadi punah di seluruh dunia. Catatan fosil menunjukan bahwa mayoritas spesies yang pernah hidup kini telah punah. Spesies dapat punah karena berbagai alasan (Campbell dan Reece, 2008).

Dinosaurus muncul pada 250 juta tahun yang lalu pada akhir periode permian. Organisme pada zaman itu diantaranya reptile pertama kali termasuk dinosaurus yang muncul pertama kali, dan mamalia pertam kali muncul pada periode tersebut. Perkembangan terus terjadi hingga pada 200 juta tahun yang lalu bumi banyak didominasi oleh tumbuhan pinus, paku, palem-paleman serta tumbuhan berbunga dan burung pertama kali ditemukan pada periode tersebut. hingga pada 65 juta tahun yang lalu seperti yang kita ketahui kepunahan diosaurus terjadi dan bumi sudah didominasi oleh mamalia, burung, dan tumbuhan berbunga lainnya (Skybreak, 2006).

Dinosaurus awal merupakan hewan karnivora dan berjalan dengan kaki belakang. Ada banyak spesies dinosaurus dengan berbagai ukuran. Tipe  pemakan tumbuhan berkembang setelah dinosaurus karnivora. Beberapa diantaranya kembali berjalan dengan empat kaki dan berukuran raksasa. Dinosaurus dan banyak spesies lainnya punah pada akhir zaman kapur, sekitar 65 juta tahun yang lalu. Kepunahan mereka dihubungkan dengan tumbukan meteor yang meninggalkan kawah selebar 180 km di Teluk Meksiko. Gas dan debu akibat tumbukan ini dipercaya menghalangi cahaya matahari selama berabad – abad. Teori ini didukung oleh bukti dari rekaman geologis. Jejak senyawa kimia iridium ditemukan dalam sedimen yang mengendap di akhir zaman kapur. Iridium jarang ditemukan dipermukaan bumi, tetapi banyak terdapat jauh di bawah permukaan bumi dan dalam meteorit (Hynes, 2006).

Terdapat lima kepunahan massal terbesar yang pernah terjadi di Bumi, yaitu :

  1. Kepunahan Ordovisium-Silurian(Akhir Ordovisium / OS), terjadi sekitar 440-450 Ma pada masa transisi OS. Peristiwa ini membunuh sekitar 27 % familia dan 57 % genera yang ada.
  2. Kepunahan Devon, terjadi sekitar 360-375 Ma (Peralihan Devon-Karbon). Peristiwa ini memusnahkan sekitar 19 % familia, 50 % genera dan 70 % spesies.
  3. Kepunahan Permian-Trias (Akhir Permian), terjadi sekitar 251 Ma pada peralihan masa Permian-Trias. Peristiwa ini menewaskan 57 % familia dan 83 % genera termasuk serangga.
  4. Kepunahan Trias-Jura (Akhir Trias), terjadi sekitar 205 Ma pada peralihan masa Triassic. Peristiwa ini menumpaskan sekitar 23 % familia, 48 % genera. Sebagian besar adalah non dinosaurian archosaurs, kebanyakan adalah therapsids, dan amfibi besar dan menyisakan sedikit dinosaurus terestrial.
  5. Kepunahan Kapur-Tersier (Akhir kepunahan Kapur / KT), terjadi sekitar 65,5 Ma pada saat transisi Cretaceous. Masa trichtian-Palogen dan KT sampai sekarang disebut Cretaceous-Paleogen (K-Pg) kepunahan oleh banyak penelitian. Peristiwa ini memusnahkan sekitar 17 % familia, 50 % genera serta 75 % spesies.

A.      Penyebab Kepunahan Massal Dinosaurus

Pada akhir zaman crestaceous, jatuh meteor raksasa dari luar angkasa ke bumi. Meteorit itu meledak seperti bom di atmosfer. Karbondiaoksida dan sulfur dioksida yang menguap 3 kali disertai debu bercampur menyelimuti langit dibumi. Selama beberapa tahun sulfur dioksida dan debu menjadi hamparan kabut dan menghalangi sinar matahari. Kemudian suhunya menjadi rendah dan tanaman mati karena tidak bisa berfotosintesis. Sulfur dioksida bercampur air hujan dan menjadi hujan asam di bumi, sehingga seluruh ekologi musnah dan mati (Holmes, 2008).

Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari inggris, disimpulkan bahwa yang menyebabkan punahnya dinosaurus adalah gas metana yang dihasilkan oleh dinosaurus itu sendiri. Menurut kalkulasi dinosaurus menghasilkan gas metana sekitar 250 juta ton pertahun. Angka ini dapat meningkatkan suhu di bumi yang mempercepat kepunahan mereka sendiri.

Sampai saat ini, hantaman asteroid dan aktivitas vulkanik sekitar 65 juta tahun lalu disebut-sebut sebagai penyebab punahnya dinosaurus. Namun, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology tersebut, sauropod raksasa pemakan tanaman merupakan spesies yang dituduh sebagai penyebabnya. Sebagai gambaran, seekor argentinosaurus berbobot sekitar 90 ton dan memiliki panjang 42 meter, rata-rata mengonsumsi setengah ton tanaman pakis per hari. Seekor argentinosaurus akan memproduksi banyak metana saat ia menguraikan makanan tersebut disaluran pencernaan, lalu mengeluarkan gas tersebut lewat saluran pembuangan.

Peneliti mencoba untuk menghitung seberapa banyak gas rumah kaca yang diproduksi milyaran ekor dinosaurus sepanjang era mesozoikum yang di mulai 250 juta tahun yang lalu. Menggunakan model matematika diketahui bahwa didalam tubuh sauropod terdapat mikroba yang memproduksi metana. Bahkan perhitungan yang telah dilakukan mengindiikasikan dinosaurus ini menghasilkan metana jauh lebih banyak dari seluruh gabungan metana yang diproduksi oleh alam dan manusia masa kini. Menurut penelitian bahwa efek rumah kaca yang di sebabkan oleh gas metana 21 lebih kuat dibandingkan dengan CO2 (National Geographic, 2012).

 B.  Dampak Kepunahan Massal Dinosaurus

Dampak dari kepunahan massal adalah pengurangan komunitas ekologi yang semarak dan kompleks dengan cara mengubah tipe-tipe organisme yang ditemukan dalam komunitas tersebut. Selain itu, apabila sebuah garis keturunannya lenyap, maka spesies tersebut tidak akan bisa muncul kembali. Catatan fosil menunjukan bahwa biasanya diperlukan 5-10 juta tahun bagi keanekaragaman mahluk hidup untuk pulih ke tingkat sebelumnya setelah terjadinya kepunahan massal. Dibutuhkan sekitar 100 juta tahun bagi jumlah famili organisme laut untuk pulih setelah kepunahan massal Perm (Campbell dan Reece, 2008).

 C.  Bukti Dan Petunjuk Kepunahan Massal Dinosaurus

Bukti kepunahan massal yang terjadi pada dinosaurus adalah dengan ditemukannya fosil. Istilah fosil berasal dari bahasa latin fodere yang berarti menggali. Fosil dapat berupa tulang-belulang, tubuh, jejak, dan sisa makhluk hidup yang terawetkan dalam batuan sediment. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa pada masa tertentu telah diciptakan makhluk hidup yang berbeda dari masa ke masa lainnya.

dinosaur3251a

Fosil Dinosaurus

TUGAS TERSTRUKTUR EVOLUSI

logo unsoed 2

Disusun Oleh:

Mithun Sinaga           (B1J011014)

 Ihdina Fitria M         (B1J011032)

Chayyu Latifah          (B1J011036)

 Tri Yulia Ningsih     (B1J011056)

Agestia Permata S   (B1J011070)

Ilham                           (B1J011076)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s