LETTERS TO JULIET

letters-to-juliet

Percaya ga sih sama cinta sejati? Kadang aku berpikir seperti itu. Sekeras apapun aku berusaha melupakannya, aku tetap ga bisa berhenti memikirkannya. Benarkah cinta sejati itu ada? tapi adakah celah untukku bisa bersamanya lagi? Jika kamu percaya, maka teruslah genggam perasaan itu dan yakinlah suatu saat apa yang kamu harapkan itu benar-benar menjadi kenyataan tanpa ada satu orangpun yang harus terluka karena cinta kita. Seperti film ini nih guys, berpisah 50 tahun ga cukup untuk mengahalangi cinta Claire dan Lorenzo. Takdir tetap mengizinkan mereka untuk bersama, tapi sebaiknya sih ga nunggu 50 tahun kan guys buat kita meraih cinta sejati kita. Ga ada kata terlambat, tapi apapun itu jangan sampai kita menyesal di kemudian hari… ^_^

okay???  Nah, ini nih surat cinta dalam LETTERS TO JULIET

Letters-to-Juliet-directe-006

(Sophie menemukan suratnya Claire 50 tahun silam)

Ini surat dari Claire buat Juliet, yang berharap bisa dibales sama Juliet untuk menemukan jawaban atas kegalauan cintanya
I didn’t go to him, Juliet. 
I didn’t go to Lorenzo. 
His eyes were so full of trust 
I promised I’d meet him and run away together because my parents don’t approve.
But, instead, I left him waiting for me below our tree – waiting and wondering where I was. 
I’m in Veronoa now.
I return to London in the morning and I am so afraid.
Please, Juliet tell me what I should do. My heart is breaking and I have no one else to turn to. 
Love, 
Claire
 
(aku tidak menemuinya Juliet, aku tidak menemui Lorenzo.
Matanya sangat penuh keyakinan
aku berjanji padanya, aku akan menemuinya dan kabur bersamanya karena orang tuaku tak merestui.
namun, aku malah membuatnya menungguku di bawah pohon kami. menunggu dan bertanya-tanya dimana aku berada.
aku sekarang di Verona, dan akan kembali ke London besok pagi dan aku sangat takut.
Please juliet katakan padaku apa yang harus aku lakukan.
hatiku hancur dan aku tak punya siapa-siapa untuk berbagi.
Love
Claire)
Selama 50 tahun surat Claire ini tersembunyi, akhirnya ditemukan oleh Sophie (penulis) yang saat itu ikut bertugas sebagai Juliet. Ini balasan surat dari Sophie..
surat juliet
Dear Claire, 
“What” and “If” are two words as non-threatening as words can be. But put them together side-by-side and they have the power to haunt you for the rest of your life: 
What if? What if? What if? I don’t know how your story ended but if what you felt then was true love, then it’s never too late. If it was true then, why wouldn’t it be true now? You need only the courage to follow your heart. I don’t know what a love like Juliet’s feels like – love to leave loved ones for, love to cross oceans for but I’d like to believe if I ever were to feel it, that I will have the courage to seize it. And, Claire, if you didn’t, I hope one day that you will. 
All my love, 
Juliet


(teruntuk, Claire
bagaimana dan jika merupakan dua kata yang berbeda. Tapi jika digabungkan, maka kata itu mempunyai kekuatan yang bisa menghantui hidupmu. “Bagaimana jika?” , “Bagaimana jika?”,  “Bagaimana jika?”. aku tidak tahu bagaimana kisahmu akan berakhir, namun jika apa yang kau rasakan dulu adalah cinta sejati, maka tidak ada kata terlambat. jika dulu perasaan itu benar, maka mengapa sekarang tidak? kamu hanya memerlukan keberanian untuk mengikuti kata hatimu. aku tidak tahu cinta seperti apa yang juliet rasakan, layaknya cinta dengan meninggalkan seseorang demi yang disayanginya, menyebrangi samudera untuknya. namun aku yakin, jika aku merasakannya aku pasti memiliki keberanian untuk meraihny. dan Claire jika kamu belum memilikinya, aku harap suatu hari kamu memiliki keberanian itu.
dengan penuh cinta
Juliet)
Jika saja balasan surat itu lebih awal, mungkin Claire ga harus menunggu selama 50 tahun. Tapi inti dari surat itu adalah ga ada kata terlambat untuk cinta.
I LOVE YOU, DEAR. . .
“Dengarkan, aku selalu menyayangimu”
large
Download mp3: Love story

SUSAHNYA BILANG “I LOVE YOU”

love-in-many-languages

I Love You

Kenapa ya mengutarakan kata cinta kadang begitu sulit. Sudah ada di kepala dan ada di ujung lidah namun keluarnya susah sekali. Mungkin kisah singkat ini bisa menjawab pertanyaan Anda.

***

Suatu hari ada sepasang muda-mudi yang dimabuk cinta. Sudah dua tahun mereka bersama, namun sang pria tak pernah mengatakan cinta. Hari ini adalah hari ulang tahun kekasihnya, dan wanita itu ingin mendengar kata cinta dari kekasihnya.

“Berikan aku kado,” pintanya.

“Kau mau apa?” tanya pria itu sambil tersenyum.

“Bilang ‘I Love You’. Kau tak pernah bilang padaku seperti itu Sayang,” ujar wanita itu manja.

Sang pria tersenyum, ia menggeleng dan mengatakan bahwa ia tidak mau melakukannya. Sang wanita pun mulai merengek, “Kenapa?” Sang pria hendak menjelaskan, namun belum selesai ia bicara, sang wanita mendesaknya, “Aku hanya ingin dengar 3 kata itu, apa susahnya?”

Sang pria pun menghela nafas dan menjawab, “Aku tidak bisa.”

Mendengar jawaban tersebut, sang wanita cemberut dan kecewa. Dengan suara setengah menangis ia berkata, “Kalau begitu kau tak mencintaiku,” ujarnya.

Keduanya berjalan pulang ke rumah tanpa suara. Sang pria mencoba bicara tapi wanita tersebut tetap tutup mulut. Sesampainya di depan rumah, pria itu menarik tangannya, “Sayang..” Sang wanita kembali merengek, “Kenapa tak mau bilang?”

“Kau benar-benar ingin tahu?” tanya pria itu. Sang wanita mengangguk cepat, “Iya aku mau tahu.”

Maka sang pria memeluknya dengan erat. Kemudian ia mencium kening dan pipi kekasihnya. Selanjutnya ia kembali mendekap kekasihnya sambil berbisik lembut, “Karena tiga kata itu tak pernah cukup.”

Sang gadis menarik nafas, hatinya luluh dan ia pun memeluk balik kekasihnya dengan erat. Seolah tak ingin kehilangan pria yang sangat mencintainya itu.

***

Dear, cinta itu bukan karena tidak cinta maka tiga kata tersebut sulit diungkapkan. Namun begitu besar makna cinta sehingga setiap orang punya caranya sendiri untuk mengatakannya.

31525_20120819_182205_i_love_you_so_much_quotes

 

Source: Vemale.com

Do As Infinity – Fukai Mori : Lyrics + Indonesian Translation

images

Do As Infinity

深い深い森の奥に 今もきっと
置きざりにした心 隠してるよ
Fukai fukai mori no oku ni ima mo kitto
Okizari ni shita kokoro kakushiteru yo
― Sekarang aku yakin bahwa aku tinggalkan hatiku
― Tersembunyi di balik dalamnya hutan mendalam

探すほどの力もなく 疲れ果てた
人々は永遠の 闇に消える
Sagasu hodo no chikara mo naku tsukare hateta
Hitobito wa eien no yami ni kieru
― Aku sangat lelah, tanpa kekuatan yang cukup untuk mencari,
― Orang menghilang ke dalam kegelapan abadi

小さいままなら きっと 今でも見えたかな
Chiisai mama nara kitto ima demo mieta kana
― Jika masih tetap kecil, apakah aku bisa melihatnya sekarang?

僕たちは 生きるほどに
失くしてく 少しずつ
偽りや 嘘をまとい
立ちすくむ 声もなく
Boku-tachi wa ikiru hodo ni
Nakushiteku sukoshi zutsu
Itsuwari ya uso wo matoi
Tachisukumu koe mo naku
― Seperti kita hidup,
― Sedikit demi sedikit kita kehilangan
― Diselimuti kepalsuan dan kebohongan,
― Kita berdiri terpaku, tanpa suara

蒼い蒼い空の色も 気付かないまま
ぎてゆく毎日が 変わってゆく
Aoi aoi sora no iro mo kizuka nai mama
Sugite yuku mainichi ga kawatte yuku
― Hari-hari berlalu dan berubah,
― Tanpa kita bahkan sadari betapa langit benar-benar biru

つくられた枠組みを越え 今を生きて
錆びついた心 また動き出すよ
Tsukurareta wakugumi wo koe ima wo ikite
Sabitsuita kokoro mata ugokidasu yo
― Sekarang tinggal di luar kerangka yang dibuat,
― Dan hati yang berkarat mulai berdetak lagi.

時のリズムを知れば もう一度 飛べるだろう
Toki no RIZUMU wo shireba mou ichido toberu darou
― Jika kita bisa menemukan ritme waktu, kita akan bisa terbang lagi.

僕たちは さまよいながら
生きてゆく どこまでも
信じてる 光求め
歩きだす 君と今
Boku-tachi wa samayoi nagara
Ikite yuku dokomademo
Shinjiteru hikari motome
Arukidasu kimi to ima
― Kita menjalani hidup kita,
― Seraya berkelana ke mana-mana.
― Mempercayaimu, sekarang aku mulai berjalan,
― mencari cahaya itu

僕たちは 生きるほどに
失くしてく 少しずつ
偽りや 嘘をまとい
立ちすくむ 声もなく
Boku-tachi wa ikiru hodo ni
Nakushiteku sukoshi zutsu
Itsuwari ya uso wo matoi
Tachisukumu koe mo naku
― Seperti kita hidup,
― Sedikit demi sedikit kita kehilangan
― Diselimuti kepalsuan dan kebohongan,
― Kita berdiri terpaku, tanpa suara

僕たちは さまよいながら
生きてゆく どこまでも
振り返る 道をとざし
歩いてく 永遠に
Boku-tachi wa samayoi nagara
Ikite yuku dokomademo
Furikaeru michi wo tozashi
Aruiteku eien ni
― Kita menjalani hidup kita,
― Seraya berkelana ke mana-mana.
― Menutup jalan kembali,
― Kita berjalan selamanya.

立ちすくむ 声もなく 生きてゆく 永遠に
Tachisukumu koe mo naku ikite yuku eien ni
― Kita berdiri terpaku, tak bisa menangis selamanya

kagome-inuyasha-inuyasha-and-kagome-forever-27936362-1280-800

Download mp3: Do as Infinity

Source : http://furahasekai.wordpress.com

The Einstein Girl

Einstein-GirlJudul Buku: The Einstein Girl 
Pengarang: Philip Sington (2009)
 Penerjemah: Salsabila Sakinah
 Penyunting: Zahra Ilmia & Anton Kurnia
 Tebal: 528 hlm; 15 x 23 cm
Cetakan: 1, Mei 2010
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Kesetiaan pada dusta adalah sesuatu yang tak bisa diterima, betapapun itu mungkin lebih nyaman bagi orang-orang berpandangan sempit dan tak punya prinsip (hlm. 455).
Sejauh yang diketahui publik, seumur hidupnya Albert Einstein  hanya memiliki satu istri yaitu Elsa Löwenthal yang dinikahinya Juni 1919. Pada 1986 terungkap bahwa ternyata Einstein pernah menikahi Mileva Máric, ilmuwan Serbia yang tercatat sebagai wanita pertama yang belajar matematika dan fisika di Eropa. Mereka menikah di Swiss pada Januari 1903 dan bercerai enam belas tahun kemudian, setelah hidup terpisah selama lima tahun, Máric di Zurich sedangkan Einstein di Berlin. Dari pernikahan mereka, diketahui telah lahir dua putra, Hans Albert Einstein dan Eduard Einstein. Si bungsu Eduard dikenal sebagai pemuda cerdas dengan bakat musikal. Saat dalam proses mewujudkan impiannya menjadi psikiater, pada usia 20 tahun Eduard didiagnosis mengidap skizofrenia dan dirawat di rumah sakit jiwa Burghölzli di Zϋrich. Gangguan kesehatan mental yang dialaminya merenggangkan hubungannya dengan ayahnya. Albert Einstein (1879-1955) beremigrasi ke Amerika Serikat menjelang berkuasanya si kanselir Jerman Adolf Hitler menggantikan Presiden Paul von Hindenburg. Eduard tidak pernah berjumpa lagi dengan ayahnya hingga meninggal karena stroke pada usia 55 tahun, Oktober 1965. Berbarengan dengan terungkapnya pernikahan Einstein-Máric, terungkap pula sebuah fakta mencengangkan. Sebelum menikah pada Januari 1903, dari hubungan mereka telah lahir seorang anak perempuan yang dipanggil Lieserl pada Januari 1902. Lieserl menghilang setelah orangtuanya menikah secara sah, dan sampai saat ini tidak diketahui nasibnya.
Fakta yang berusaha dipendam dari masa lalu sang ilmuwan yang digadang-gadang sebagai Bapak Fisika Modern ini menjadi tempat berpijak novel bertajuk The Einstein Girl karya Philip Sington.
Dikisahkan Alma Siegel sedang mencari Martin Kirsch, tunangannya yang telah hilang selama dua minggu pada bulan Mei 1933 di Berlin. Seingatnya, Martin yang bekerja sebagai psikiater di Klinik Psikiatri Charité sedang merawat seorang pasien amnesia yang dikenal publik sebagai ‘The Einstein Girl’ (Gadis Einstein). Pasien tanpa nama itu ditemukan hampir tewas di sebuah hutan di Postdam dalam keadaan setengah telanjang dan basah kuyup. Tidak ada identitas yang ditemukan di tempatnya ditemukan kecuali sepotong kertas berisi pengumuman kuliah umum tentang Teori Kuantum di Philharmonic Hall dengan Albert Einstein sebagai pembicara utama. Hal inilah yang membuat media massa menamakannya ‘The Einstein Girl’.
Sebuah kilas balik yang merupakan bagian utama novel dibeberkan panjang-lebar guna menelusuri jejak Martin Kirsch yang hilang.  Sebagai psikiater yang berdedikasi tinggi, Kirsch yang tengah bergumul dengan penyakit neurosifilis, kecewa atas terapi yang dilakukan rekan sejawatnya. Sebelumnya, ia telah menulis sebuah makalah yang dipublikasikan di sebuah jurnal psikiatri sebagai kritik atas terapi tanpa dasar yang pasti itu. Tulisan ini ditambah insiden seorang pasien yang mendapatkan terapi insulin, membuatnya terancam dipecat dari pekerjaannya. Belakangan, Kirsch bertemu seorang pengagum tulisannya yang akan menyelamatkan pekerjaannya.
Kendati terancam dipecat, Kirsch berhasil menjadikan si Gadis Einstein sebagai pasiennya. Alasannya adalah ingin menyelidiki adanya kemungkinan amnesia yang disebabkan oleh gangguan kejiwaan, padahal sesungguhnya gadis itu bukanlah sosok yang asing baginya. Mereka pernah bertemu dan sekalipun sudah bertunangan, Kirsch tidak mampu menampik daya tarik gadis yang dikenalnya sebagai Elisabeth. Demi menolong Elisabeth memperoleh kembali ingatannya, Kirsch menggelar investigasi.
Di tempat Elisabeth tinggal setibanya dari Zϋrich, Kirsch mengetahui jika nama sebenarnya adalah Mariya Draganović. Perhitungan matematis yang ditemukan dalam sebuah buku catatan milik Mariya diteguhkan oleh rekan Albert Einstein sebagai upaya perumusan teori fisika baru, Teori Medan Terpadu. Yang menarik di sini, Albert Eisntein juga sedang meneliti topik yang sama. Tidak diragukan lagi, Mariya adalah wanita dengan kecerdasan luar biasa. Padahal, sampai saat itu, hanya ada dua wanita yang bisa menyerap penemuan Albert Einstein dengan mudah. Mereka adalah Marie Curie dan Mileva Marić, mantan istri Einstein yang bekerja sebagai pengajar di Zϋrich.
Penemuan Kirsch menuntunnya ke Zϋrich untuk bertemu Mileva Máric dan Eduard Einstein, si bungsu yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit jiwa Burghölzli.  Mereka tidak sepenuhnya terbuka, namun Kirsch menemukan kaitan mereka dengan hidup Mariya. Sebuah fakta lain juga ditemukannya, bahwa sebelum pergi ke Berlin, Mariya pernah menjadikan dirinya pasien di rumah sakit jiwa Burghölzli.
Pertanyaan yang mungkin menyeruak adalah apakah Mariya Draganović adalah Lieserl yang sengaja disingkirkan dari kehidupan Einstein-Máric? Dalam sebuah subplot yang disampaikan menggunakan perspektif orang pertama, pembaca akan dibawa mengarung masa lalu Mariya untuk menemukan identitas sejatinya. Menyelami ke lubuk kehidupan Mariya yang enigmatis, Sington akan menyingkapkan sebuah kesetiaan pada dusta yang dilakukan dengan dalih melindungi kehormatan keluarga.
Daya pikat utama The Einstein Girl tidak terbantahkan lagi terletak pada penyingkapan selubung misteri yang meliputi kehidupan Lieserl Máric. Seusai memancing rasa penasaran pada beberapa halaman awal, Sington akan mendorong pembaca mengikuti cerita dengan alur yang tidak terburu-buru. Mungkin akan pembuat sementara pembaca tersendat-sendat, namun tidak bisa diungkiri, Sington mampu mendesak pembaca untuk bertanya-tanya.  Apa yang dilakukan Mariya di Berlin hingga ia ditemukan dalam keadaan sekarat?  Apa yang akan terjadi dengan penyelidikan Kirsch? Sebuah pamungkas disuguhkan untuk menyempurnakan ide ‘sang penulis’ sebenarnya dari cerita yang kita baca, bahwa:  “Akhir suatu cerita haruslah dapat dipercaya atau pembaca akan merasa ditipu. Akhir yang tidak masuk akal akan merusak cerita yang bagus.” (hlm.360).  Lantas, memanfaatkan kesalahpahaman yang terjadi sebelum novel benar-benar ditutup, Sington akan menerangkan maksud kalimat pembuka pada bagian “Tak Bernama” (hlm. 13).
Riset intensif seputar kehidupan Albert Einstein yang membawa Sington kepada tumpukan arsip Jewish National & University Library di Yerusalem mendukung perwatakan Albert Einstein sebagai karakter yang tidak menimbulkan simpati.  Pria yang dinobatkan majalah Time sebagai “Person of the Century” ini boleh tersohor karena kesuksesannya menggulingkan teori lama mengenai cahaya ―dari cahaya sebagai gelombang menjadi cahaya sebagai berkas partikel energi yang disebut kuanta.Tetapi ia juga tergolong manusia yang tidak mampu membangun hubungan dengan manusia lain, termasuk keluarganya sendiri. Tidak hanya terlihat dari pernikahannya dengan Mileva Máric (faktanya, masih terikat pernikahan dengan Máric, ia telah terlibat hubungan ekstramarital dengan Elsa Löwenthal), melainkan juga dalam caranya menyikapi cacat mental putra bungsunya. Disebutkan, Einstein tidak percaya jika penyakit Eduard berhubungan dengan dirinya. Seolah-olah mendukung, Sington menghadirkan pula kecondongan cacat mental dari pihak keluarga Máric. Ketidaksimpatikan si penerima Nobel Fisika tahun 1921 ini terlukis eksplisit dalam respons eksplosifnya terhadap kemunculan Mariya Draganović.
Kegemilangan Sington tampak pula ketika mengemas kompleksitas dunia psikiatri sebagai bagian signifikan novel dengan sokongan deskripsi yang memadai. Kita akan digiring mengenal lekuk-liku dunia yang bermuatan beragam ketidakpastian yang ditandai dengan ketidaksepahaman dalam pemberian terapi. Kita juga akan disadarkan betapa kerap penderita cacat mental menjadi bahan eksperimen dalam rangka penegakan kebenaran masing-masing psikiater. Sang protagonis ―Martin Kirsch― meyakini, salah satu metode untuk menangguk kembali kesadaran para penderita bukanlah menyiksa dengan terapi serampangan, melainkan dengan merangkul untuk menemukan dan memulihkan pemicu gangguan mental mereka.
Menghasilkan karya dengan sentuhan historis pasti tidaklah enteng. Pengumpulan informasi faktual demi menetaskan kisah dengan tingkat kepercayaan tinggi adalah sesuatu yang krusial. Namun, tanpa kepiawaian bertutur, kecermatan memadukan elemen historis dan produk imajinasi, ketangguhan membangun karakterisasi, usaha tersebut akan mubazir. Tampaknya, Philip Sington sangat menyadari hal ini, maka terbitlah The Einstein Girl sebagai karya fiksi yang sungguh laik untuk dibaca.
einstein-2
Source: Dunia buku

BECAUSE I MISS YOU

Lyric lagu Because I Miss You ( Jung Yong Hwa) Ost. Heartstring

heartstring_bts2b252822529

Neul ttokgateun haneure
Selalu tepat dibawah langit yang sama
Neul gateun haru
Selalu sama beberapa hari
Geudega omneun-gotmalgoneun Dallajin-ge omneunde
Selain tidak memiliki kamu tidak ada yang berbeda semuanya

Nan utgoman sipeunde Da ijeundeusi
Aku sudah berpikir tentang membiarkan kamu pergi
Amuil aneun deut geuroke
Tanpa meninggalkan memori samar seperti tidak ada yang terjadi
Useumyo salgopeunde
Senyuman menghidupkan hari-hariku

Geuriwo geuriwoso
Rindu kamu, sangat rindu kamu
Geudega geuriwoso
Karena aku sangat merindukanmu
Meil nan honjasoman
Setiap hari aku sendiri
Geudereul bureugo bullobwayo
Dan aku memanggilmu

Bogopa bogopaso
Ingin melihatmu, ingin melihatmu
Geudega bogopaso
Karena aku ingin melihatmu
Ije nan seupgwanchorom
Sekarang hanya seperti sebuah kebiasaan
Geudea ireumman bureuneyo
Aku hanya menyebut nama kamu

Oneuldo
Bahkan saat ini
Nan bonenjur-aratjyo da namgim-obsi
Aku sudah berpikir tentang membiarkanmu pergi
Anijyo anijyo nan ajik geudereul motbonetjyo
Tidak tidak, aku masih tidak bisa membiarkanmu pergi

Oneuldo
bahkan saat ini
Haruharuga jugeul gotman gateunde
Setiap hari tampaknya menjadi hari terakhir bagi ku
Ottoke heyaheyo
Apa yang harus ku lakukan

Saranghe sarangheyo
Cinta, aku cinta kamu
Geudereul sarangheyo
Benar-benar cinta kamu
Maljocha mot-hagoso geudereul geuroke bonenneyo
Pengakuanku sudah terlambat, apakah kamu sudah mendengar

Mianhe mianheyo
Maaf, maafkanku
Nae mari deullinayo
Apakah kamu mendengar kata-kataku
Dwineujeun nae gobegeul geuden deureul su isseulkkayo
Kebingunganku yang terlambat dapatkah kamu mendengar ini
Sarangheyo
Aku mencintaimu

photo187744

Download mp3: Because I Miss You

Motivasi Hari Ini

kata-mutiara-bijak-tentang-kehidupanHello dear… Kayaknya admin mau posting kata-kata motivasi aja yah, selain bikin semangat, kata-kata motivasi juga bikin kita percaya diri ^_^

Nah, kali ini kata-kata motivasi yang pengen admin bagi buat temen-temen dikutip dari buku Quantum ikhlas yang pernah admin baca. Ini dia:

  1.  Hidup itu nikmat serta menyenangkan dan karenanya hanya pantas di syukuri.
  2. Rezeki sudah diatur cukup dan tidak perlu ada yang kekurangan.
  3. Manusia bisa mengubah hidup dengan mengubah pikiran dan perasaannya.
  4. Ikhlas (berserah diri) kepasa Tuhan itu mudah dan menyenangkan.
  5. Sejak taman kanak-kanak sampai kuliah kita senantiasa diminta untuk berpikir, namun tidak pernah diajarkan cara berpikir dan cara mengelola alat berpikirnya itu dengan baik.
  6.  “Dunia ini tidak pernah diam, meskipun dalam keheningan selalu bergetar dalam vibrasi yang tidak tertangkap panca indra” Albert Camus.
  7. The Universal Law of Attraction “Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya-tarik (undangan) nya sendiri” Elizabeth Towne, 1906.
  8. Anda sebenarnya ikut menciptakan kenyataan hidup Anda sendiri, apapun kenyataan hidup yang terjadi. Segala sesuatu yang Anda alami sesungguhnya Anda tarik masuk ke dalam hidup Anda melalui pikiran-pikiran Anda. Apakah Anda sedang mengingat masa lalu, menyaksikan yang sedang terjadi, atau membayangkan sesuatu di masa yang akan datang, pikiran-pikiran Anda itu langsung bergerak memanggil semua hal yang serupa dengan sifatnya untuk hadir.
  9. Hukum tarik menarik, melalui hukum tarik menarik anda menarik apapun yang paling sering anda pikirkan, apakah anda menginginkannya atau tidak. Jadi, jika anda selalu memikirkan apa “yang Anda suka”, hidup anda dipenuhi oleh hal itu, dan sebaliknya, jika anda selalu memikirkan hal-hal “yang anda tidak suka” maka yang terjadi dalam hidup anda pun akan mencerminkan hal itu.
  10. Perbanyak kalimat syukur. Hindari mengeluh. Ketika mengeluh, Anda melepaskan getaran negatif ke alam-semesta yang akan menarik hal-hal negatif ke dalam hidup Anda. Begitu pula sebaliknya. Perhatikan betul kata-kata yang anda ucapkan dan yang tidak terucapkan (dihati).
  11. Perang terbesar adalah melawan diri kita sendiri. Nabi Muhammad SAW.
  12. Manusia menyangka bahwa mereka tidak memiliki hubungan sama sekali satu sama lain dan karenanya boleh saling mengalahkan untuk sukses dalam hidup. Mirip kenyataan yang terjadi di alam binatang “survival of the fittest”, meskipun di level quanta kita semua sebenarnya saling berdekatan, bersinggungan, bahkan berangkulan satu sama lain.
  13. Ketika merasa cemas dan marah, saat itu otak kiri dan kanan kita tidak harmonis sehingga perasaan hati anda kacau. Pekerjaan pun berantakan karena sulit berkonsentrasi. Tapi ketika pikiran kita begitu tenang, saat itu kedua otak kita bergerak singkron, harmonis, dan koheren. Urusan terasa lancar karena anda merasa rela dan mampu, ikhlas, untuk menghadapi apa pun yang perlu anda kerjakan.
  14. “… yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh-lah hati menjadi tenteram” QS. Ar Ra’d: 28.

0Ikhlas itu bening seperti embun yang selalu hadir disetiap pagi. Bismillah, semoga kita semua termasuk orang-orang yang bersabar dan bertaqwa. Amiin 😀

PENYU BELIMBING (Dermochelys coriacea)

Konservasi Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) di Pantai Jamursba Medi

penyu belimbingPenyu Laut adalah spesies khas Indonesia dan seharusnya merupakan kebanggaan nasional, karena enam dari tujuh spesies yang ada di dunia dapat ditemukan di Indonesia. Empat di antaranya bahkan bertelur di pantai-pantai di sepanjang perairan Indonesia, yaitu penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eremochelys imbricate), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Sementara jenis yang lain, penyu tempayan (Caretta caretta) diduga juga berkembang biak disini. Jenis keenam, penyu pipih (Natator epresus) diketahui hanya berbiak di Australia, tetapi telah teramati mencari makan di perairan Indonesia (Kitchener, 1996).

Klasifikasi Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) menurut Kitchener (1996), adalah sebagai berikut:

Phylum            : Chordatan

Sub Phylum   : Chordata

Class                : Reptilia

Ordo                : Testudinata

Famili              : Dermochelidae

Genus              : Dermochelys

Spesies            : Dermochelys coriacea

Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) merupakan anggota Famili Dermochelidae dan Marga Dermochelys. Penyu belimbing merupakan jenis penyu yang paling mudah dikenali oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh keadaan morfologi tubuh yang berukuran paling besar dibandingkan penyu yang lain. Bentuk kepala dari penyu belimbing kecil, bulat dan tanpa adanya sisik-sisik seperti halnya penyu yang lain. Penyu blimbing berukuran sekitar lebar 17-22,3 % dari seluruh panjang karapas, mempunyai paruh yang lemah, tetapi berbentuk tajam, tidak punya permukaan penghancur atau pelumat makanan. Bentuk tubuh penyu jantan dewasa lebih pipih dibandingkan dengan penyu betina, plastron mempunyai cekungan ke dalam, pinggul menyempit dan corseletnya tidak sedalam pada penyu betina. Warna karapas penyu dewasa kehitam-hitaman atau coklat tua. Di bagian atas dengan bercak-bercak putih dan putih dengan bercak hitam di bagian bawah. Berat penyu ini dapat mencapai 1 ton dengan panjang dari ujung ekor sampai moncongnya lebih dari 215 cm, sementara jenis penyu yang lainnya sekitar 100 cm. Penyu belimbing dikenal oleh beberapa masyarakat dengan sebutan penyu raksasa, kantong atau mabo. Daerah peneluran penyu belimbing dapat ditemukan di pantai barat Sumatera; selatan Jawa; dan daerah tertutup di Nusa Tenggara (Kitchener, 1996). Lokasi peneluran penyu belimbing tersebar di Indonesia terletak di Pantai Jamursba Medi, Sorong Irian Jaya dan merupakan pantai peneluran penyu belimbing terbesar ketiga di kawasan Indo-Pasifik (Agus Dermawan, 2002). Penyu ini dilindungi sejak tahun 1987 berdasarkan keputusan Menteri Pertanian no. 327/Kpts/Um/5/19.

penyu (1)Hampir semua negara dan lembaga-lembaga konservasi resmi di dunia melarang perdagangan eksploitasi penyu. Penyu telah terdaftar dalam daftar Apendik I Konvensi Perdagangan Internasional Flora dan Fauna Spesies Terancam (Convention on International Trade of Endangered Species – CITES). Penyu terancam bahaya kepunahan karena tempat bertelur penyu mengalami degradasi (Kasenda et al., 2013). Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) terancam punah, karena populasinya yang terus menurun, keadaan ini menunjukkan bahwa mereka rentan menjadi punah di Samudra Pasifik. Pemulihan populasi tergantung pada konservasi dengan tindakan yang tegas (misalnya, perlindungan sarang, pengurangan penangkapan, dan pelestarian habitat untuk mencari makan) dan pada seberapa cepat penyu belimbing tumbuh dan mencapai kematangan, hal yang terakhir inilah yang menjadi perhatian serius (Jones et al., 2011).

Menurut Tapilatu et al (2013), cara konservasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi laju kepuanahan adalah dengan membatasi tingkat  eksploitasi langsung telur dan betina yang mengakibatkan kepunahan serta mencegah perkembangan wilayah di sekitar pantai tempat bersarang, yang memiliki dampak merusak habitat. WWF (2013) menambahkan bahwa cara yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan penyu belimbing adalah mempromosikan dan memfasilitasi pembentukan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) berbasis Penyu Laut, pembentukan Kebijakan “Konsesi Penolakan Telur”, pembentukan kesepakatan dengan masyarakat terhadap perburuan Penyu Belimbing, peningkatan kepedulian terhadap status konservasi Penyu Belimbing di Pantai Jamursba Medi, implementasi alat tangkap ramah Penyu Laut serta penanganan terhadap Penyu Laut sebagai bycatch langsung di atas kapal nelayan, serta penandatanganan sejumlah nota kesepahaman dalam rangka perlindungan dan komitmen dari berbagai pihak terkait untuk kelangsungan hidup Penyu Laut di Indonesia.

SAVE TURTLE, SAVE OUR EARTH!!!!

panda wwf logo       IUCN-Red-List      CITES-Meet