Renungkan Kembali

2648300_orig

Pernahkah kamu merasa paling benar? jika iya, renungkan kembali. Kemampuan manusia hanyalah sebatas indera, jangan pernah merasa selalu benar. Sejak kecil aku dilahirkan dari keluarga yang beragama Islam dan berpaham NU, wajar jika aku sangat mencintai agama dan pemahamanku. Semakin dewasa, aku tau banyak sekali pemahaman yang ada selain pemahaman yang aku bawa dari rumah. Akan tetapi, aku ingin tetap berpegang teguh pada keyakinanku ini. Meskipun begitu, aku tidak pernah ingin melukai perasaan orang lain yang tidak sepaham dengan keyakinanku, hari ini aku agak kecewa dengan seorang teman yang mengingatkanku bahwa aku tidak boleh mengucapkan hari raya umat lain yang berbeda keyakinan denganku. Rasanya sedih sekali, aku nggak pernah punya niat apapun, aku hanya ingin menghargai mereka sebagai sesama manusia. Kita hidup di Indonesia kawan, aku nggak mau ada perselisihan, kaum minoritas, kaum mayoritas, dan semua yang aku anggap sebagai penindasan dan diskriminasi. Hanya itu…

Lalu, aku sangat senang ketika membaca tulisan ini: 

NU Online
Gusdurian Malang Sampaikan Pesan Damai di Hari Natal
Rabu, 25/12/2013 10:09
Malang, NU Online
Gusdurian Muda atau Garuda Malang, Jawa Timur, melakukan Kunjungan Natal Damai, Selasa (24/12) kemarin ke Gereja
Katedral Ijen dan GKJW Sukun, Malang. Pesan damai dan sikap toleran yang selalu didengungkan Gus Dur akan terus dihidupkan.
Tindakan-tindakan intoleran yang berdasarkan agama mayoritas dan minoritas selalu menjadi ancaman bagi kerukunan beragama di Indonesia. “Hal inilah yang ingin kami cegah dengan menciptakan damai antar agama, keberagaman seharusnya menjadi kekuatan bagi bangsa ini,” terang Fauzan saat ditemui NU Online di sela mempersiapkan kunjungan. Fauzan mengatakan, bukan pertama kali Garuda Malang melakukan kunjungan. Dalam forum yang berbeda para penerus pemikiran Gus Dur ini ajeg untuk mengikuti forum antar umat beragama. “Forum yang serupa selalu mendapatkan sambutan baik dari pemuka berbagai Agama di Malang, terlebih ketika kita membedah pemikiran Gus Dur, kawan-kawan dari lintas Agama selalu hadir dan membincangkan gagasan-gasasan toleransi yang dibawa Gus Dur,” ujar Fauzan. (Diana Manzila/Anam)

Begitulah seharusnya bangsa kita, yang sejak kemerdekaan memang telah mempunyai pondasi Bhineka Tunggal Ika, bukan hanya dikuasai oleh satu kelompok kepentingan. Kita ini satu, kawan. Jangan pernah berselisih dan selalu merasa benar, tapi selalu introspeksi diri itu lebih baik. Begitu juga dengan penulis yang mungkin masih banyak kekurangan dan salah. Semoga Alloh senantiasa membuka pintu maaf-Nya untuk hamba-hamba-Nya yang taubatan nashuha. Amiin, Amiin ya Robbal Alamiin..  ^_^

Source: nu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s