GEN MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR

deep-sleep

Percayakah anda bahwa kualitas tidur anda juga dipengaruhi oleh gen? Bila kita amati, ada sebagian orang yang merasa waktu tidurnya terlalu sedikit, tapi ia bisa bangun dengan tubuh segar dan tidak mengantuk. Sebaliknya ada sebagian orang yang tetap saja mengantuk di siang hari walaupun ia sudah tidur lebih dari delapan jam setiap malam- penulis banget nih ^_^. Masing-masing memiliki porsi yang berbeda-beda terkait kualitas dan waktu tidurnya. Ternyata, perbedaan kualitas tidur ini juga turut dipengaruhi gen.

Menurut para ahli, gen adala h alasan mengapa seseorang membutuhkan waktu tidur lebih lama daripada orang lain. Mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher contohnya, yang konon hanya membutuhkan istirahat tidur selama empat jam saja sehari. Sementara, Albert Einsten membutuhkan waktu tidur yang hampir tiga kali lipat lebih lama. Para ilmuwan di Universitas Edinburgh, Inggris, menemukan bahwa variasi gen yang disebut ABCC9 membuat sejumlah orang membutuhkan tambahan 30 menit untuk tidur setiap malamnya. Penelitian itu juga menemukan bahwa satu dari lima orang Eropa memiliki varian gen ABCC9 yang terlibat dalam penginderaan tingkat energi sel-sel dalam tubuh. Penelitian tersebut tentu saja memiliki peran penting untuk mengungkap perilaku kesehatan dengan tidur.

Dr. Jim Wilson, seorang peneliti terkemuka, berkata, “Beberapa orang menggunakan sepertiga dari usia kehidupan mereka hanya untuk tidur. Kecenderungan seseorang untuk tidur lebih lama atau lebih pendek dipengaruhi oleh keluarga, usia, musim dan ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah siklus yang berlangsung dalam 24 jam, yang di dalamnya terdapat aktivitas biologis yang berulang dengan interval tertentu, seperti yang terlihat pada proses tidur dan bangun. Istilah sirkadian berasal dan bahasa latin, circa yang artinya seputar,dan diem atau dies yang berarti hari. Proses terjadinya irama sirkadian berada di dalam tubuh manusia (endogen) tapi dapat dipengaruhi oleh lingkungan luar, seperti sinar. Faktor utama yang berperan dalam pengaturan irama sirkadian adalah melatonin. Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal yang terletak di dalam otak. Melatonin dan bagian otak yang lain memberi sinyal kepada tubuh kapan untuk tidur dan bangun. Kadarnya sangat minimal atau bahkan tidak ada sama sekali selama pagi dan siang hari, semakin meningkat saat hari sudah gelap sampai mencapai puncaknya pada tengah malam, kemudian semakin berkurang ketika hari mendekati fajar. Hal tersebut diakibatkan karena produksi melatonin dihambat oleh cahaya dan dirangsang oleh gelap. Oleh karena itu melatonin kadang disebut sebagai “hormon kegelapan”. Naik turunnya aktivitas tubuh dalam sekresi hormone melatonin ini merupakan salah satu contoh dari jam bilogis (biological clock) atau ritme circadian tubuh manusia.

Sumber: Rahasia Keajaiban Gen (Putra, 2012)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s