LIVE TO WRITE TO LIVE

writer-in-park-2

TIPS MENULIS DAN MENGIRIM CERPEN

(Copyright: mayamelivyanti’s blog)

1.Menurut seorang pemimpin redaksi majalah wanita, tiap hari redaksi bisa menerima ratusan naskah cerpen, dan hal pertama yg dilihat adalah judulnya.

2. Kalau dari judulnya sudah dianggap tidak menarik oleh redaksi, maka akan langsung di delete tanpa dibaca lagi isi naskahnya.

3. Setelah dilihat judulnya menarik, baru akan dibaca oleh redaksi. Dan yang menentukan bahwa naskah itu bagus atau tidak, bisa dilihat dari paragraf pertama saja. Kalau sudah dirasa tidak menarik, ya tidak akan dibaca sampai habis, alhasil itu naskah akan di delete juga.

4. The key is in the first paragraph, it has to be ‘wow’ / kuncinya ada di paragraf pertama, harus bisa membuat kagum redaksi.

5. Naskah yang kita kirim tidak langsung dibalas dan diberi tahu masuk atau tidak. Kadang bisa dari sebulan sampai tiga bulan bari dikasi kabar, dan ada juga lho yang tidak pernah dibalas, ya artinya tidak diterima.

6. Kalau misal cerpen kita diterima, pasti dikasi kabar oleh redaksi lewat email atau telpon bahwa cerpen kita masuk dan mereka akan memastikan terlebih dahulu apakah cerpen itu belum pernah diterbitkan di media manapun. Karena ada kasus juga dimana penulis mengirimkan satu cerpen ke dua media sekaligus, ternyata di satu media sudah diterbitkan tapi belum dikasi kabar, dan di media yang satu lagi mau diterbitkan juga, ini akan menimbulkan masalah, karena setiap media pasti inginnya naskah itu belum pernah diterbitkan sebelumnya.

7. Maka itu untuk meminimalisasi kemungkinan naskah kita jadi ‘rebutan’ , lebih baik kita mengirimkan satu naskah ke satu media saja dan menunggu selama 3 bulan sampai ada kabar jelas diterima atau tidak naskah kita. Baru setelah itu kita bisa kirim ke media yang lain.

8. Dan setelah cerpen kita diterima, biasanya akan langsung di transfer honornya ke rekening kita yang sudah kita lampirkan bersama naskah kita. Maka itu jangan lupa untuk mencantumkan keterangan/data lengkap pribadi kita, seperti nama, nmr. telpon, rekening.

9. Untuk media majalah remaja, yang menurut mayamelivyanti dan beberapa temannya yang paling sulit seleksinya adalah majalah GADIS. Karena penggunaan kalimat baku sangat diperhatikan, juga tema dari cerita.

10. Untuk majalah wanita muda, majalah CHIC adalah salah satu majalah yang bagus – bagus cerpennya, juga cukup selektif. Sedangkan untuk majalah wanita dewasa, majalah FEMINA menurut mayamelivyanti masih di ranking pertama yang menjadi acuan sebagai media yang menerbitkan cerpen – cerpen bagus dan bermutu. Maka itu persaingannya juga tinggi dan selektif.

Profesi penulis cerpen/cerpenis masih menjadi salah satu profesi yang banyak diminati sekarang ini, intinya jangan berhenti menulis dan mengirimkannya, sekalipun sering ditolak :p , suatu saat kita akan diterima dengan terus mengirimkan dan belajar dari banyak membaca cerpen-cerpen juga. Ohya jangan lupa dalam setiap email yang kita kirimkan buat surat pengantar juga ya dengan kata-kata yang bagus memperkenalkan diri kita dulu dan setidaknya sedikit cerita dari naskah cerpen yang kita ajukan.  Contoh:
Dear Redaksi Femina,
Nama saya Maya Melivyanti dari Bandung.  Saya adalah seorang ibu muda yang menantikan kehadiran bayi saya, juga pengusaha kecil-kecilan dari rumah, memang suka menulis semenjak saya muda.  Tulisan saya sudah pernah dimuat berbagai kumpulan cerita, yang paling terakhir adalah di buku The Coffeshop Chronicles, terbitan ByPass, juga sudah masuk di Femina edisi 38 tahun lalu.
Melalui surat ini saya ingin mengajukan tulisan cerpen saya yang berjudul ‘Soraya’.  Kisahnya mengenai : (ceritakan sedikit inti cerita).
Besar harapan saya agar tulisan ini bisa diterima, terima kasih atas perhatiannya, berikut saya cantumkan juga keterangan data pribadi.
Nama: Maya Melivyanti
Tmpt/tgl lahir:
Alamat:
Nmr. Hp:
Nmr. Rek:
Salam,
Maya Melivyanti
——————————————————————————————-
Dan berikut ini beberapa redaksi yang sudah pernah saya kirimkan naskah saya, memang banyak sih majalah – majalah yang lain tapi saya fokus untuk kirim ke redaksi – redaksi berikut ini.

Majalah Chic

-Format halaman A4, Times New Roman 12, spasi 1, pjg 7-8 hlmn

-e-mail : Chic@gramedia-majalah.com

Majalah Go Girl!

-Untuk kirim cerpen dengan syarat-syarat:
Font size 8, spasi single, maksimal 2 halaman Letter.
-e-mail: ika@gogirlmagazine.com

Majalah GADIS

-Syarat naskah cerpen:Cerpen remaja, 6-7 halaman folio, ketik 2 spasi. Percikan (Cerpen Mini), cerpen remaja, maks. 2 hal polio dan ketik 2 spasi.

-Info Terbaru! Kirim via e-mail dengan subjek CERPEN ke: Redaksi.GADIS@feminagroup.com

Majalah STORY

-Syarat naskah cerpen: Cerpen remaja romance/sci-fi/horor/humor, 10.000-14.000 karakter+spasi, ketik 2 spasi, kertasfolio. Lampirkan fotomu yang paling keren.

-Kirim via e-mail dengan subjek CERPEN ROMANCE/HOROR/HUMOR/SCI-FI tergantung jenis cerita ke: story_magazine@yahoo.com

Majalah Femina

-Format Letter, Times New Roman 12, spasi 2, panjang hal 7-8 hlmn

-e-mail: kontak@femina.co.id

 

Update alamat redaksi Koran, Tabloid dan majalah terbaru, mayamelivyanti ambil dari beberapa sumber ei internet:

1. Republika

sekretariat@republika.co.id, aliredov@yahoo.com

Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.

2. Kompas

opini@kompas.co.id, opini@kompas.com

Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

3. Koran Tempo

ktminggu@tempo.co.id

Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan.

4. Jawa Pos

sastra@jawapos.co.id

Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp. 1.o00.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat.

5. Suara Merdeka

swarasastra@gmail.com

Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 350.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

6. Suara Pembaruan

koransp@suarapembaruan.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

7. Suara Karya

redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com, redaksisk@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

8. Jurnal Nasional

tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

9. Seputar Indonesia

redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com

Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

10. Pikiran Rakyat

khazanah@pikiran-rakyat.com, ahda05@yahoo.com

Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp. 350.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

11. Tribun Jabar

cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com

Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

12. Kedaulatan Rakyat

redaksi@kr.co.id, jayadikastari@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

13. Joglo Semar (Yogyakarta)

harianjoglosemar@gmail.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

14. Minggu Pagi (Yogyakarta)

we_rock_we_rock@yahoo.co.id

Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi

15. Surabaya Post

redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com, zahira@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

16. Radar Surabaya

radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

17. Lampung Post

lampostminggu@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.

18. Berita Pagi (Palembang)

huberitapagi@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

19. Sumatera Ekspres (Palembang)

citrabudaya_sumeks@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

20. Padang Ekspres

yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.

21. Haluan (Padang)

nasrulazwar@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

22. Singgalang (Padang)

hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

23. Riau Pos

budaya_ripos@yahoo.com, habeka33@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

24. Sumut Pos

redaksi@hariansumutpos.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

25. Jurnal Medan

nasibts@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

26. Analisa (Medan)

rajabatak@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

27. Sinar Harapan

redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

28. Jurnal Cerpen Indonesia

jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

29. Majalah Horison

horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com

Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.

30. Majalah Esquire

cerpen@esquire.co.id

Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

31. Majalah Sabili

elkasabili@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

32. Majalah Suara Muhammadiyah

redaksism@gmail.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

33. Majalah Ummi

kru_ummi@yahoo.com

Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,- ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.

34. Majalah Kartini

redaksi_kartini@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- Sebulan setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis.

35. Majalah Alia

majalah_alia@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 300.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

36. Majalah Femina

kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id

Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat.

37. Majalah Sekar

sekar@gramedia-majalah.com, majalahsekar@gmail.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- dibayar sebulan setelah majalah terbit.

38. Majalah Story

story_magazine@yahoo.com

Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp. 250.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

39. Majalah Gadis

redaksi.gadis@feminagroup.com

Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp. 500.000,- Honor untuk Cerpen Rp. 850.000,- ditransfer seminggu setelah majalah terbit.

40. Majalah Annida-online

majalah_annida@yahoo.com

Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 50.000,- honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.00,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.

41. Majalah Bobo

Syarat teknis penulisan:
1.Font: Arial , ukuran 12, jarak baris spasi 1,5. 600-700 kata untuk cerita 2 halaman, 250-300 kata untuk cerita 1 halaman.

di bawah naskah cerita tersebut, cantumkan:
a. nama lengkap
B. alamat rumah
C. nomor telepon rumah/kantor/handphone
D. nomor rekening beserta nama bank, dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank) untuk pembayaran honor pemuatan.

lampirkan biodata singkat yang berisi poin nomor 5, tmpt tanggal lahir, riwayat pendidikan, dan pekerjaan.

naskah beserta biodata bisa dikirimkan via pos ke alamat:
Redaksi Majalah Bobo
Gedung Kompas Gramedia Majalah Lantai 4
Jalan Panjang No, 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530

atau ke : bobonet@gramedia-majalah.com

Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

42. Kompas khusus Cerpen Anak

opini@kompas.co.id, opini@kompas.com / Redaksi Kompas Anak, Jl. Palmerah Selatan No. 26-28, Jakarta 10270.

Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Panjang karangan 3-4 halaman, diketik dua spasi. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan.

43. Tabloid Nova

nova@gramedia-majalah.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

dsc02010

“Hanya tulisan yang akan selalu hidup di hati siapapun yang pernah membacanya (Hayuno Sakura)”

MAMA, KENAPA DIA SUDAH PUNYA PACAR??!!

ayuuuuuuu

Mama, Kenapa Dia Sudah Punya Pacar?!!

Original Created by Hayuno Sakura

Edited by Nene
(Penullis novel Newt Project, Cendawan, dmbl)

               Setiap kali akan pulang ke Jakarta, gairahku membuncah. Kuliah di Purwokerto pada fakultas kedokteran gigi dengan kegiatan super padat menjadikan aku hanya bisa pulang satu semester sekali. Enam bulan itu terasa lama, karena aku yang anak mama ini mengalami home sick setiap weekend. Aku selalu kangen mama dan berharap selalu dekat dengannya. Tak heran jika tiba waktunya liburan, aku sangat bahagia.

Malam itu aku datang ke stasiun lebih awal, duduk manis di kursi tunggu karena kereta akan datang dalam tiga puluh menit.

“Hai..” seseorang menyapaku. Aku mendongak, menyipitkan mata ketika menatap sosok cowok yang memakai jaket angkatan 2011. Aku mengenali jaket itu karena aku juga memilikinya. Itu artinya dia satu angkatan denganku di kedokteran gigi meski tidak pernah melihatnya di kampus.

“Kamu Yuki, kan?” ia kembali bertanya, kali ini sembari duduk ketika aku tak kunjung membalas sapaannya.

Aku mengangguk sambil tersenyum. Merasa heran karena dia tahu namaku. Aku berpikir untuk bertanya tapi mendadak pesan Mama menggema di kepalaku.

Yuki, setiap kali bepergian, jangan bicara dengan orang asing kecuali petugas keamanan setempat. Jangan menerima makanan dan minuman apapun. Terakhir, jangan menatap matanya.

Aku segera berpaling, menatap mata orang asing adalah bahaya.

“Kamu mau pulang? Beberapa kali sebenarnya kita ketemu di kereta setiap liburan semester seperti ini. Oya, aku Kei. Kita satu angkatan tapi aku di kelas D.” lanjut cowok itu masih mempertahankan intonasi suaranya yang renyah. Tak terganggu meskipun aku tidak mengacuhkannya.

Penasaran juga, aku menatap wajahnya, dan masih tetap tidak familiar. Akhirnya kubuka mulutku, “Kamu tahu namaku? Kayaknya aku nggak populer deh di kampus kita.”

Kei tertawa. Aku tak menyangka suara tawa itu begitu enak didengar, membuat sesuatu yang aneh merambati hatiku seketika.

“Aku pernah melihat foto-foto kamu di papan pengumuman. Juara pertama lomba karya tulis ilmiah dari UKM Riset dan Penalaran. Itu keren.” ucapnya sambil tersenyum, membuat hidungku kembang kempis, tidak menyangka ada yang memperhatikan pengumuman itu.

“Makasih.” tukasku singkat, lalu kembali membuang muka. Dia tetap orang asing meskipun telah memujiku.

“Aku turun Cirebon. Kamu?” Kei kembali bertanya.

“Manggarai.” sahutku tanpa menatapnya.

“Aku di gerbong 7 kursi 13D, kamu?”

Aku menghela napas, orang ini meskipun… baiklah, ganteng, tapi bersifat kepo dan itu agak mengangguku.

“Gerbong 7 kursi 13 C.”

“Wah!, kita duduk sebelahan, dong. Ayo, sudah boleh masuk, tuh!” tunjuk Kei ke arah antrian yang mulai ramai. Aku tak punya pilihan lain, berdiri dan berjalan mengikutinya.

***

Aku tidak menghitung berapa kali naik kereta ini, tapi seingatku selalu tenang di setiap perjalanannya. Biasanya aku hanya bermain game di ponsel atau tidur. Yang kedua lebih sering kulakukan karena ini kereta malam. Aku tidak pernah ingat siapa yang duduk di sampingku, sejujurnya tak pernah peduli. Tapi malam ini lain.

“Geraham bungsu itu menentukan kedewasaan seseorang. Umur tidak bisa mutlak menjadi patokan kapan dia akan muncul. Setiap orang berbeda-beda, tergantung kondisi psikisnya, menurutku.” Kei membahas geraham bungsu ketika mendengar percakapan pasangan di seberang kami, salah satu di antara mereka mengeluh sakit gara-gara gusinya bengkak.

“Jadi, apa menurutmu dia sudah cukup dewasa untuk memiliki geraham bungsu?” tanyaku dengan suara rendah, takut pasangan itu mendengar balik percakapan kami.

Kei melirik mereka sebelum menjawab, “Sudah. Meski kelihatannya umurnya di bawah kita, dia sudah dewasa untuk menerima kehadiran geraham bungsu.”

Dengan gerakan kaku, aku ikut melirik mereka, Kei benar, mereka seperti baru saja lulus SMA. Untuk sesaat aku terdiam, merasa konyol karena sebelumnya belum pernah memperhatikan apa yang terjadi di sekelilingku. Kei membuatku merasa menjadi orang lain meski baru setengah jam kami bersama.

“Geraham bungsuku tumbuh tepat ketika aku lulus SMA. Tak main-main, langsung dua-duanya. Aku sama sekali tidak bisa makan dan minum sampai harus opname di rumah sakit.” kenang Kei sambil tertawa kecil. Aku menatapnya tak percaya, bahkan di ujung terjauh gusiku belum ada tanda-tanda geraham itu akan muncul. Apa dua anak ingusan di seberang kami itu lebih dewasa dariku?

“Oh ya? Apa sangat menyakitkan?” tanyaku ngeri, tak sadar bahwa caraku duduk telah menyerong ke arah Kei.

Cowok itu mengangguk, “Banget.. karena tumbuh bersamaan. Jangan takut, kamu akan mendapatkan gerahammu satu persatu, di usia yang pas.”  Kei tersenyum misterius setelahnya, membuatku menautkan alis karena merasa dipermainkan.

“Hei… jangan nakut-nakutin, dong.” ucapanku membuatnya tertawa. Tawa yang… ah, enak sekali didengar. Aku mengamati wajahnya saat tertawa. Matanya yang bulat kekanakan menyipit, giginya yang bagus terlihat sempurna. Jantungku berlompatan di tempatnya.

“Kamu ini calon dokter gigi, masa takut sama momen tumbuhnya geraham bungsu.” ia berkomentar sambil mengeluarkan dompet lalu memanggil petugas restorasi yang lewat. Kei membeli dua kotak nasi goreng dan teh manis hangat. Tanpa persetujuanku, ia telah menyodorkan kotak itu di depanku. Aku masih ingat pesan Mama, tapi ini kasus yang berbeda. Kei membeli nasi goreng itu, jadi kupikir aman saja jika menerimanya.

Kami makan sambil ngobrol ringan. Ia bercerita tentang teman satu kosnya yang punya kebiasaan aneh yaitu ngobrol dengan laptopnya setiap malam. Pernah suatu kali laptop itu rusak dan harus menginap di tempat service komputer selama satu bulan.

“Kupikir dia akan patah hati, atau setidaknya berduka jika melihat kedekatan mereka. Tapi kamu tahu apa yang terjadi? Dia pinjam laptopku untuk mengerjakan tugas dan ternyata dia asyik ngobrol dengan laptop itu.”

“Hahahaha…” aku tertawa, nyaris tersedak ketika sebutir nasi goreng hampir menyusup ke jalan napasku. Kei menepuk-nepuk punggungku dengan cemas, “Eh, aku keterlaluan ya sampai bikin kamu tersedak.”

Aku menggeleng lalu minum untuk meredakan batukku. “Nggak, kok. Aku saja yang terlalu semangat ketawa.” tukasku tersipu malu. Sekali lagi merasa menjadi orang lain karena sebelumnya jarang sekali aku tertawa.

“Kamu lucu juga kalau lagi ketawa.” Kei memiringkan kepala untuk mencari mataku ketika mengatakannya, membuat pupil mataku membesar karena terkejut.

“Apaan, sih..” aku berusaha tenang lalu meneruskan makan, meski jantungku berguling-guling di tempatnya.

Setelah makan malam, kami kembali ngobrol seputar kegiatan di kampus, mata kuliah yang susah, dosen-dosen reseh, dan pernak pernik kampus lainnya. Kei juga bertanya tentang hobiku, apa saja yang kulakukan selain kuliah, dan sebagainya. Aku menjawab semua pertanyaan cowok itu dengan jujur, yang jika Mama mendengarnya aku pasti dibilang: bodoh. Maafin Yuki, Ma.. kali ini Yuki melanggar pesan Mama, batinku.

Tiba-tiba kereta berhenti. Aku gelagapan ketika Kei mengambil ranselnya dari bagasi di atas kami lalu mencangklongnya. Kenyataan bahwa Cirebon itu dekat membuatku kesal. Kuremas-remas ponselku dengan salah tingkah, ragu-ragu untuk meminta nomor hape Kei.

Cowok itu masih berdiri menunggu orang-orang melewatinya untuk keluar. Ia tidak  menatapku sedikit pun dan itu membuatku semakin resah. Aku ingin meminta nomor hapenya tapi benar-benar tidak punya nyali.

Kei mengambil ponsel dari saku jaketnya ketika benda itu berbunyi.

“Halo sayang? Kamu di mana? Oh, di tempat parkir. Iya kamu di situ saja nggak usah turun, biar aku saja yang ke sana. Iya, oke.. “

DHUARR!! Seolah ada petasan diledakkan di dekat telingaku. Kei baru saja menyebut kata ‘sayang’ pada orang yang meneleponnya.

“Yuki, aku duluan, ya! Sampai ketemu di kampus! Bye!” Kei melambai padaku sebelum bergegas pergi. Aku bahkan belum membalas lambaiannya. Ia pasti sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ‘sayang’nya.

Aku merosot di bangku, lemas.

Mama, seharusnya aku mengikuti nasihatmu untuk tidak bicara dengan orang asing dan menatap matanya. Lihat Ma, aku terhiptonis…

 

***

THE END

The Power of “Jomblo” Girls

Powerpuff_Girls_Z_by_Squeejthm

The Power of “Jomblo” Girls

Presented by Hayuno Sakura

Keadaan kamar kosku yang menyenangkan sore itu mendadak berubah ketika muncul wajah seseorang di beranda akun facebookku. Suasana berubah karena di sana terpampang jelas foto-foto terbaru sang mantan bersama cewek lain yang baru saja diunggah di akun facebooknya.

“Astaga, si doi udah move on aja, cepet banget” Kata Gita yang duduk di samping kananku.

Rere yang berada di sebelah kiriku segera merapat, “Wah, iya. Lihat statusnya tuh, beb.. good bye Bebi, mantan pacarku yang…gampang dibodohi.. *emot ketawa”

Aku tersenyum masam, mungkin lebih masam dari buah kesemek.

“Jangan dipikirin, Yu. Mending malam ini kita bersenang-senang. Oke?” Seru Gita penuh semagat.

“Iya, Beb. Jangan sedih” Tambah Rere.

Aku, Rere, dan Gita adalah teman satu kampus. Kami bertiga tinggal di kosan yang sama selama empat tahun, maka tidak heran jika hubungan kami lebih seperti persaudaraan daripada pertemanan biasa.

Dalam hubungan persaudaraan ini, aku dianggap sebagai kakak pertama karena seringkali dipercaya untuk mengambil keputusan dalam suatu permasalahan, selain itu aku juga pengatur strategi yang baik, tapi sedikit cengeng. Sedangkan Rere dianggap sebagai kakak kedua karena ia adalah penasehat yang baik, meskipun sifatnya sendiri kadang kekanak-kanakkan. Berbeda sekali dengan Gita, dia kuat dan tidak mudah menyerah, tapi dianggap sebagai adik karena umurnya memang paling muda diantara kami.

Rasa persaudaraan yang terbentuk selama empat tahun terakhir ini membuat kami tidak terpisahkan seperti tokoh “Hyper Blossom”, “Rolling Bubbles” dan “Powered Buttercup” di serial televisi animasi “The Powerpuff  Girls”. Aku sebagai Blossom, Rere sebagai Bubbles, dan Gita sebagai Buttercup. Kami bertiga tergabung karena nasib sial yang sama membentuk “The Power of “Jomblo” Girls” yang bertugas membela kebenaran dan keadilan di dunia yang “nano-nano” ini.

Malu karena menangisi hal yang tidak berguna, aku pun menarik bibirku untuk tersenyum dan bergembira lagi, “Oke. Ayo kita nonton film!”

Rere dan Gita ikut tersenyum, “Hore. Powerpuff Girls Z episode satu ya, versi Jepangnya” Kata Rere bersemangat. Dengan cepat, Gita mengambil laptopku, menutup akun facebookku, kemudian membuka film The Powerpuff Girls.

Ditemani sekotak besar popcorn dan sebotol kola ukuran satu setengah liter, kami siap untuk menonton film kartun favorit kami.

Episode pertama Powerpuff Girls Z berjudul “Powerpuff  Girls to the Rescue/The Secret of the Powerpuff Girls” yang menceritakan tentang awal mula terciptanya Powerpuff Girls yang bersifat baik dan monster kera yang bersifat jahat bernama Mojo Jojo.

Powerpuff Girls tercipta dari sinar terang yang jatuh menimpa peach dan tiga orang gadis bernama Momoko Akatsutsumi, Miyako Gotokuji, dan Kaoru Matsubara, sedangkan Mojo Jojo berasal dari sinar gelap yang jatuh menimpa seekor monyet.

“Hei, girls. Ayo tebak! Kenapa aku ingin sekali tertawa setiap melihat Mojo Jojo?” Tanya Rere tiba-tiba setelah film usai.

Aku dan Gita berpikir sejenak untuk menemukan jawabannya.

“Karena mukanya jelek seperti monyet!” Jawab Gita.

“Salah!” Seru Rere.

“Hmm, badannya berbulu dan mulutnya tebal!” Jawabku.

“Salah juga.. Ayo dong, masa nggak ada yang bisa jawab?” Ujar Rere semakin membuatku dan Gita penasaran.

“Kenapa, Ges? Apanya yang lucu?” Tanyaku akhirnya.

“Iya, Ges. Kasih tahu dong…” Desak Gita.

“Mojo Jojo itu kalau diperhatikan mirip mantan kita tahu… ”

Hahaha… Spontan saja aku, Rere, dan Gita tertawa terbahak-bahak. Aku tahu ini agak keterlaluan, tapi jujur aku menikmatinya.

“Eh, kayaknya mantan aku lebih ganteng dari mantan kamu deh, Ges” Gita berusaha membela diri.

“Ciee.. mantannya dibela. Ganteng tapi suka selingkuh. Hahaha…” Aku tertawa lagi.

“Mantan kamu juga, wee…” Balas Gita.

“Masih mending mantan kalian, mantan aku udah nggak ganteng, ternyata homo pula. Pfuhh…”

Aku, Rere, dan Gita sepertinya memang terlahir dari sinar terang yang telah ditakdirkan Tuhan untuk bertemu dengan Mojo Jojo (mantan-mantan kami) yang terlahir dari sinar gelap. Mantan pacarku dan Gita tukang selingkuh, sedangkan mantan pacar Rere homo. Setelah memikirkannya berulang kali, bahkan sampai otakku tumpul pun ternyata mempunyai pacar memang sangat membebani, terlebih jika pacar kita bermasalah seperti itu. Iya kan, girls?

“Oke, sekarang giliranku. Kalau ayah kita itu Professor Utonium, pasti dia bisa menciptakan banyak senjata yang menarik. Senjata apa yang paling kalian inginkan?” Tanya Gita bersemangat.

Professor Utonium adalah seorang saintis yang menciptakan Powerpuff Girls.

Aku meneguk segelas kola sampai habis sambil memikirkan keinginanku.Wah, ternyata berkhayal adalah jenis kegiatan sia-sia yang kadang sangat menyenangkan.

“Aku ingin dibuatkan magnet dengan kekuatan khusus untuk menarik lawan jenis, biar kita nggak jomblo lagi, hehe..” Ujar Rere dengan wajah tersipu malu.

“Pelet dong, Ges” Sahutku. “Kalau aku ingin Professor Utonium melakukan rekayasa genetik untuk membuat jantan-jantan dengan sifat yang unggul, kemudian dikloning. Jadi, nggak perlu ada kata-kata selingkuh di kamus besar bahasa Indonesia, karena setiap betina mendapat satu jantan yang sifatnya unggul dan berakhlak mulia, hehe…” Ujarku cengengesan.

“Rekayasa genetik, kloning gen, jantan sama betina, emangnya kita hewan percobaan apa? Kalian itu isi kepalanya cowok sama pacaran doang sih…”

“Emang kamu mau minta apa Din kalau ayah kita Professor Utonium?” Tanya Rere penasaran.

“Hmm… aku mau minta di bantuin ngerjain penelitian sama skripsi aku yang nggak selesai-selesai. Haha…”

Ya, ampun. Gita memang paling realistis, bahkan dalam kegiatan mengkhayal sekalipun.

Dibandingkan dengan memikirkan pasangan hidup, saat ini kami memang seharusnya lebih fokus mengerjakan tugas akhir yaitu penelitian dan skripsi. Karena tugas akhir adalah puncak perjuangan bagi seorang mahasiswa.

“Oke, kalian berdua sukses deh bikin aku ketawa malam ini. Makasih ya, Bubbles dan Buttercup-ku” Kataku sambil mencubit pipi Rere dan Gita.

Aku melirik ke arah jam dinding. Tak terasa jarum pendek pada jam dinding itu telah menunjuk ke angka sebelas, artinya sudah pukul sebelas malam dan harus segera tidur.

“Ups, saatnya tidur, tapi sebelum kalian kembali ke kamar masing-masing, aku juga punya sebuah pertanyaan…”

“…tolong jawab dengan jujur!”

Suasana kamarku tiba-tiba terasa mencekam karena nada bicaraku berubah menjadi serius, “Apakah ada hal menyenangkan selama kalian belum memiliki pasangan, jomblo, nggak punya pacar, nggak punya gebetan, dan nggak ada yang perhatian sama kalian untuk sekadar bertanya udah makan belum, yang?

Untuk beberapa saat semuanya terdiam, mungkin butuh waktu yang tidak sedikit ketika akan menjawab pertanyaan seperti itu dengan jujur. Atau mungkin tidak ada satu orang pun mempunyai hal yang menyenangkan ketika mereka tidak memiliki pasangan. Dalam hati aku bertanya-tanya, kepada Rere dan Gita, kepada diriku sendiri, dan bertanya pada semua yang pernah merasakan hal yang sama. Adakah jawabannya?

Rere menatapku, sepertinya dia ingin mencocokkan jawabannya karena mungkin dia kurang yakin dengan jawabannya sendiri.

Gita juga menatapku, “Kalau kamu, jawabannya apa?”

Mungkin Gita mengujiku, aku rasa dia juga memikirkan jawaban yang sama seperti yang aku dan Rere pikirkan.

“Teman” Seru kami serempak. Tiba-tiba seperti ada yang mengomando mulut kami, tapi aku rasa jawaban hati kami memang sama. Tidak ada hal yang paling menyenangkan ketika kita belum mempunyai pasangan hidup, jomblo, sendirian, dan kesepian selain teman.

Saat sendiri kita dapat lebih ditemani Tuhan, melakukan banyak hal yang menyenangkan bersama keluarga dan teman-teman. Teman adalah sesuatu yang selalu ada untuk kita tapi tidak pernah mengikat kebebasan kita. Seperti itulah arti teman bagiku.

Tiba-tiba Rere memelukku karena terharu, kemudian disusul Gita, membuatku kesulitan bernapas, “Hei, hei, kenapa jadi lebay gini sih?”

“Iya, sekarang aku tahu, banyak hal yang menyenangkan yang bisa aku lakukan saat ini bersama kalian, bersama teman-temanku yang baik. Aku percaya kok, suatu hari nanti orang baik pasti akan bertemu dengan jodoh yang baik pula. Iya, kan?” Aku menepuk-nepuk bahu kedua sahabatku, sok bijak.

Tiba-tiba Gita mencubit pipi kananku dan Rere mencubit pipi kiriku, “Iyaa, Hyper Blossom yang cerewet…”

“Arrrggghhhhh, sakit….” Teriakku sambil berusaha melepaskan diri.

Hahaha. Terima kasih teman

THE END

powerpuff-girls-Z-image-powerpuff-girls-z-36553209-1600-1200

Wendy (Red Velvet) – Return (With Yuk Ji Dam) || School 2015 Ost Part 7

School 2015 Ost Part 7

I believe I believe
tto neomeojiji anha
I believe I believe
tto nunmureun eopseo
naeirui taeyangi tteul georan geol neodo algo isseo…
You never cry
(rap)
nan eodikkaji wassneunji
neon eodijjeuminji
al su eopsneun duryeoumi
nae ape seo issji
nan tto eodum sok neoui soneul chaja
nega neukkyeojil ttaen biroso haneureul nara Fly
ne gaseume geu kkumeul geuryeo
himi deul ttaen gikkeoi badadeuryeo
naui neolpeun eokkaewa gaseumi jichin neol gamssani
neon amugeosdo duryeoulge eopseo
ani jeonhyeo ul piryo eopseo
on sesangi neol hyanghae noraehae
(song)
I believe I believe
tto neomeojiji anha
I believe I believe
tto nunmureun eopseo
naeirui taeyangi tteul georan geol neodo algo isseo…
You never cry
(rap)
kkaman bamhaneure deo balkge bicci naneun byeol hana
ttak hanbeon neomeojyeosseul ppun tuk teolgo ireona
himeul nae gwaenchanha
yeogi naega issjanha
neon geudaero areumdawo
nunbusin chanranhan
miraega nae nunape pyeolchyeojine
naedijneun hangeoreum han georeummada
geungjeongui eneoji nae mome gamssane
barame jamsi sseureojin kkocc
hwaljjak pigi jeone
onmomeul deonjyeo budijhyeobwa
keuge sorichyeo
(song)
hanaman hanaman
tto gieokhagil barae
deo isang deo isang
seulpeumeun eopseo
sesangi apeuge neol sogyeodo naega neol gamssalge
You never cry
nae kkumeul hyanghaeseo himchage nae onmomeul deonjyeo
jeo neolpeun bada wiro geop eopsi daibinghae cheombeong
ne nune goin neoui nunmul naega dakkajulge
biga ol ttaen neoui usani doeeojulge
nalgaereul hwaljjak pyeo
You’ve got to fly high
sigani jinago seulpeumi jinamyeon….
sangcheodo sarajyeo…
I believe I believe
tto neomeojiji anha
I believe I believe
tto nunmureun eopseo
naeirui taeyangi tteul georan geol neodo algo isseo…
You never cry

Terjemahan:

Ku percaya ku percaya
Ku takkan gagal lagi
Ku percaya ku percaya
Takkan ada lagi air mata
Kamu tahu bahwa matahari esok kan bersinar
Kamu takkan pernah menangis
Seberapa jauh saya datang?
Kamu dimana?
Takut tak dikenal berdiri di depanku
Ku mencari tanganmu dalam kegelapan
Saat ku merasakanmu, Ku kan terbang di langit
Menggambarkan mimpimu di hatimu
Saat itu sulit, terimalah saja
Bahuku yang luas dan hatiku akan memelukmu yang kelelahan
jadi kamu tak harus takut
kamu tak punya alasan untuk menangis
Seluruh dunia kan bernyanyi untukmu
Ku percaya ku percaya
Takkan ada lagi air mata
Kamu tahu bahwa matahari esok kan bersinar
Kamu takkan pernah menangis
Aku adalah sebuah bintang yang bersinar lebih terang di langit malam
Ku hanya gagal sekali, ku kan mengangkat diri sendiri dan bangun
Miliki kekuatan, tak apa-apa
Ku tepat di sini
Kamu cantik seperti dirimu sendiri
Sebuah masa depan yang memukau dan cerah di depan mata
Tiap langkah yang kau ambil, energi positif menyelimutiku
Sekuntum bunga baru saja terjatuh karena angin
Sebelum itu semakin bermekaran
Buanglah seluruh tubuhmu kepada mereka
Teriaklah keras
Hanya satu hal, hanya satu hal
Ingatlah itu
Tak ada lagi kesedihan
Bahkan jika dunia melukaimu dan menipumu
Ku kan memelukmu
Ku takkan pernah menangis
Ku kan melempar seluruh tubuhku pada mimpiku
Ku kan menyelam ke dalam besarnya samudra tanpa takut
Air mata di matamu, ku kan menghapusnya
Saat hujan, ku kan jadi payungmu
Lebarkan sayapmu
Kau harus terbang tinggi
Setelah waktu berlalu, setelah kesedihan berlalu
Ketakutan akan hilang
Ku percaya ku percaya
Takkan ada lagi air mata
Kamu tahu bahwa ada matahari esok kan bersinar
Kamu takkan pernah menangis

large

Copy lyric: aktriskorea

SOUTAISEIRIRON – Kininaru Ano Ko

Soutaiseiriron – Kininaru Ano Ko

ki ni naru ano ko no atama no naka wa
futsuu futsuu wari to futsuu
ijiwaru ano ko wa kentaikai de jyunyuushyou
hashyagi tsukare nemurikon’deita

ki ni naru ano ko no ikigai negai
furou furou furou fushi
ijiwaru ano ko wa intaahai de neechyuushyou
nabiku kami ni hizashi ga kira kira

takushii tobashite yo kyuuryuun kara nyuuyooku e
koi suru kokoro wo tomenai de
saiboogu peepaadaiba mawashite handoru
furueru karada wo atatamete

ki ni naru ano ko no omoi wa meguru
guru guru guru guru guru guru guru guru
ijiwari ano ko no atama no naka wa
futsuu futsuu wari to futsuu

takushii tobashite yo honkon kara sentaa-gai e
koi suru kokoro ga tomaranai
saigo no F1 daibaa
fumikon’de akuseru
furueru karada wo dakishimete

takushii tobashite yo kyuuryou kara nyuuyooku e
koi suru kokoro wo tomenai de
saiboogu peepaadoraiba mawashite handoru
furueru karada wo atatamete

Terjemahan:

Gadis yang membuatmu tertarik 

dalam kepalanya adalah rutinitas biasa yang normal
setelah menjadi runner up di turnamen regional
gadis jahat, lelah keluar dari kesenangan,
mengetuk keluar dari kelelahan
hanya keinginannya dalam hidup adalah untuk
awet muda … awet muda, dan kemudian mati

kilauan sinar matahari terhadap rambut berkibar nya
dalam sekolah antar-tinggi, gadis jahat menangkap stroke panas

taksi dari Kowloon meluncurkan dirinya ke New york
jika Anda jatuh cinta, jangan menghentikannya!
driver cyborg mengubah pegangan
tubuh menggigil dia menghangat

cintanya dikelilingi Anda, bergulir
balik, berputar-putar, berputar-putar
dalam fasik gadis kepala
adalah biasa, rutinitas normal

taksi meluncurkan diri dari Hong kong ke pusat jalan
jatuh cinta tidak akan berhenti
driver F1 akhir
tancap gas
Anda memeluknya tubuhnya yang menggigil

taksi dari Kowloon meluncurkan diri ke New york
jika jatuh cinta, jangan menghentikannya!
cyborg mengemudi ternyata pegangan
dan tubuhnya menggigil menghangat …

maxresdefault

CopyLyric: Luffie’s Blog

SENJA YANG MENDADAK BISU (LUGINA W. G.)

Senja-yang-Mendadak-Bisu-deteens-2

Entah aku yang berlebihan atau cerpen ini memang luar biasa memukau. Bahasanya membuatku ikut hidup di dalamnya, pesan yang disampaikan penulis masuk sampai ke sum-sum tulangku dan membuatku merinding. Aku berharap dapat mengasah kemampuanku sampai ke tahap di mana mereka berada, para penulis profesional yang selalu membuat jejak dengan pena-nya.

Aku merekomendasikan cerpen ini untuk teman-teman baca🙂

Senja yang Mendadak Bisu

 SELAMAT MEMBACA!!!

AYAH_ANDREA HIRATA

Novel Ayah ‘book trailer’

Andrea Hirata

Betapa Sabari menyayangi Zorro. Ingin dia memeluknya sepanjang waktu. Dia terpesona melihat makhluk kecil yang sangat indah dan seluruh kebaikan yang terpancar darinya. Diciuminya anak itu dari kepala sampai ke jari-jemari kakinya yang mungil. Kalau malam Sabari susah susah tidur lantaran membayangkan bermacam rencana yang akan dia lalui dengan anaknya jika besar nanti. Dia ingin mengajaknya melihat pawai 17 Agustus, mengunjungi pasar malam,  membelikannya mainan, menggandengnya ke masjid,  mengajarinya berpuasa dan mengaji, dan memboncengnya naik sepeda saban sore ke taman kota.

ayah

Jika bukan karena semangatku dan Ayahku, aku tidak mungkin dapat berdiri tegap di altar suci ilmu pengetahuan. Jika bukan karena dukungan Ayahku, aku tidak akan setegak ini berdiri memperjuangkan cita-citaku sejak kecil. Jika bukan karena Ayahku, apakah aku bisa berjuang melawan nasib busukku sendirian? Percayalah Ayah, aku akan memperjuangkan kebenaran itu, kejujuran itu, dan aku akan belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab.

Hayuno Sakura Present